SURYAMALANG.COM - Ramadhan 1447 H/2026 membawa keberkahan sekaligus kewajiban umat Islam untuk menunaikan puasa.
Sebagian ulama berpendapat niat puasa dapat dilakukan sekali untuk sebulan penuh, sesuai ajaran Mazhab Maliki.
Bacaan niat tersebut ditulis dalam latin beserta terjemahan agar lebih mudah dipahami.
Dalam mazhab Maliki, niat puasa Ramadan dapat dilakukan sekali pada malam pertama untuk seluruh bulan.
Pendapat ini dijelaskan oleh ulama dalam berbagai literatur fikih, salah satunya disebutkan oleh Yusuf Al-Qaradlawi dalam Fiqh al-Shiyam.
Menurut pandangan tersebut, puasa Ramadan dianggap sebagai satu kesatuan ibadah sehingga tidak wajib memperbarui niat setiap malam.
Sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, sebagian Muslim memilih pendapat Imam Malik untuk membaca niat puasa sebulan penuh.
Berikut niat puasa ramadan sebulan penuh mengikuti pendapat Mazhab Maliki, lengkap dengan latin dan arti:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى
"Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Meski demikian, niat pada dasarnya merupakan tekad dalam hati dan tidak wajib dilafalkan.
Membaca niat secara lisan hanya sebagai bentuk penguat dan kehati-hatian agar tidak lupa.
Bagi yang mengikuti Mazhab Syafi’i, dianjurkan tetap memperbarui niat setiap malam, biasanya setelah salat tarawih atau saat sahur.
Perbedaan pendapat ini menunjukkan keluasan fikih Islam.
Umat Muslim dapat memilih pendapat yang diyakini paling memudahkan, selama tetap menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam berpuasa selama Ramadan.
(SURYAMAALNG.COM/SRIPOKU.COM)