Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat Daya (Abdya), Muhammad Rasyid mengatakan, berdasarkan hasil investigasi Tenaga Ahli Struktur, Surya Hermansyah, ST, MT yang merupakan Dosen Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala (USK), terdapat tiga masalah mendasar di atap Masjid Agung Baitul Ghafur kabupaten setempat.
Sehingga, kata Rasyid, bongkahan beton terjatuh dari atap hingga membuat plafon Masjid Agung rusak parah.
"Sesuai hasil investigasi Tenaga Ahli Struktur, Bapak Surya Hermansyah, ST, MT yang merupakan Dosen Teknik Sipil USK, terdapat tiga masalah di atap Masjid Agung," kata Muhammad Rasyid, Jumat (20/2/2026) malam.
Pertama, urai Rasyid, terjadi kebocoran pada atap plat dack masjid.
Penyebabnya karena adanya keretakan pada struktur balok dan lantai plat dack.
"Keretakan ini karena kurangnya mutu beton saat pengerjaan, yang dibuktikan dengan pengujian hammer test,” ujarnya.
Baca juga: Bongkahan Semen dari Atap Masjid Agung Abdya Jatuh ke Lantai, Jamaah Kaget
“Sementara tulangan tidak dapat diperiksa karena harus melihat dokumen perencanaan awal," jelas Rasyid sesuai hasil investigasi tersebut.
Kedua, beber Rasyid, bongkahan beton runtuh dari atas plafon.
Hal ini disebabkan oleh kemungkinan sisa pengecoran dan air semen pada bekisting saat dikerjakan tidak dibersihkan.
"Saat di-cor bertahap/tidak selesai dalam satu waktu, dan juga bisa disebabkan karena penambahan selimut beton karena volumenya tidak cukup," terangnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, sebut Rasyid, ditemukan retak lentur pada hampir semua balok yang dibongkar plafonnya, dan juga retak melingkar pada balok.
"Hal ini kemungkinan disebabkan karena kurangnya kekuatan besi/mutu besi dan kurangnya rasio besi/jumlah besi, baik saat perencanaan maupun saat pelaksanaan," terangnya.
Baca juga: VIDEO Bongkahan Semen dari Atap Masjid Agung Abdya Jatuh ke Lantai, Jamaah Kaget
Ketiga, tambah Rasyid, plafon rusak karena diakibatkan kebocoran pada atap plat dack, yang bermula dari keretakan beton dan kurangnya mutu beton sehingga berujung bocor dan merusak plafon, bahkan jaringan listrik.
"Kesimpulannya, perlu perbaikan dan penguatan struktur bangunan secara komprehensif agar keretakan, kebocoran, dan kerusakan plafon, serta jaringan listrik dapat diatasi," kata Rasyid.
Kemudian, sambungnya, perlu penanganan atap agar ditingkatkan kemiringan, melapisi atap dack dengan membran waterproof anti UV, injeksi epoxsi dan zat aditif, grouting beton, serta screed plat dack, talang vertikal dan drain horizontal yang maksimal.
"Artinya, perlu perawatan dan pemeliharaan (maintenance) berkala ke depan setelah diperbaiki," jelas Rasyid.
Ia menyebutkan, Pemkab Abdya tahun ini memperbaiki kembali atap Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, yang terletak di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie.
Pasalnya, masjid kebanggaan masyarakat Abdya itu mengalami kerusakan di bagian atap, hingga beberapa kali bongkahan beton jatuh ke lantai, dan membahayakan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah.
Baca juga: Masjid Agung Abdya Jadi Lokasi Favorit Catin Ikrar Janji Suci, Begini Faktanya
"Untuk memperbaiki kerusakan itu, tahun ini Pemerintah Abdya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar sumber DOKA 2026," ucapnya.
Secara terpisah, Bupati Abdya, Safaruddin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menangani persoalan itu sudah dari awal.
Namun persoalan hasil investigasi yang mengharuskan pekerjaan yang dilakukan harus komprehensif dan tidak setengah-setengah.
"Mohon kesabaran para jamaah, dan walaupun dari hasil investigasi sudah terlihat benang merah masalahnya, anggap saja itu masa lalu yang kelam,” tutur Safaruddin.
“Ke depan menjadi perhatian. Pemkab harus bisa memperhatikan dengan serius terhadap semua fasilitas yang dibangun oleh rekanan tidak asal-asal, apalagi ini adalah rumah ibadah yang sekaligus menjadi ikon kebanggaan masyarakat," pungkas Safaruddin.(*)