Belum Pernah Menang di Kandang, Persis Pastikan Tak Punya Masalah Internal
Arif Tio Buqi Abdulah February 22, 2026 02:51 AM

TRIBUNNEWS.COM – Persis Solo kembali gagal memetik kemenangan di kandang sendiri setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (20/2/2026) malam WIB di Stadion Manahan, Solo.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Laskar Sambernyawa di kandang sepanjang musim ini.

Sejak kompetisi bergulir, Persis belum sekali pun meraih kemenangan di Stadion Manahan, dengan rincian empat kali imbang dan tujuh kali menelan kekalahan.

Situasi ini menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.

Tambahan satu poin membuat Persis tetap terbenam di dasar klasemen sementara dengan koleksi 13 poin dari 22 pertandingan. Tekanan pun semakin besar mengingat kompetisi memasuki fase krusial.

Di sisi lain, PSBS Biak sukses mencuri satu angka penting dari laga tandang. Hasil tersebut menjaga mereka tetap berada di peringkat ke-15 dengan raihan 18 poin, tepat di batas aman zona degradasi.

Bek Persis, Eky Taufik, tidak menutupi rasa kecewanya atas hasil tersebut. Ia menegaskan bahwa satu poin bukanlah target yang diharapkan tim dalam situasi sulit seperti sekarang.

Eky Taufik pemain Persis Solo sedang melakoni sesi latihan jelang pertandingan kontra Bhayangkara FC pada lanjutan pekan ke-21 Liga 1 Indonesia.
SESI LATIHAN - Eky Taufik pemain Persis Solo sedang melakoni sesi latihan jelang pertandingan kontra Bhayangkara FC pada lanjutan pekan ke-21 Liga 1 Indonesia. (Instagram Persis Solo)

“Hasil yang tidak bagus bagi Persis yang sangat membutuhkan poin,” ujar Eky seusai pertandingan saat ditemui secara langsung di Mixed Zone Stadion Manahan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Menurutnya, seluruh pemain harus segera bangkit dan memperbaiki kekurangan pada laga-laga berikutnya.

“Itulah sepak bola, kita harus berusaha di laga selanjutnya. Kita belum selesai, masih ada sisa pertandingan. Kita harus bangkit dan harus berbenah,” lanjutnya.

Eky juga berharap tim pelatih dan manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa tim.

“Saya harap pelatih dan staf benar-benar mempersiapkan pertandingan selanjutnya dengan maksimal.”

Baca juga: PSBS Biak Tunjukkan Mental Baja Lawan Persis Solo, Marian Mihail: Kami Tak Akan Degradasi

Kekecewaan juga terlihat dari suporter Persis, Pasoepati. Seusai laga, sejumlah suporter turun dari tribune untuk menyuarakan tuntutan pembenahan kepada para pemain dan manajemen klub.

Menanggapi reaksi tersebut, Eky menilai hal itu sebagai bentuk kecintaan sekaligus luapan emosi suporter terhadap kondisi tim saat ini.

“Buat suporter itu merupakan luapan rasa kekecewaan, menurut saya itu wajar. Dan itu menjadi PR bagi manajemen,” jelasnya.

Terkait catatan buruk tanpa kemenangan di kandang, Eky mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab utamanya.

“Saya juga kurang tahu kenapa belum bisa menang di kandang. Padahal situasi di tim bagus, baik di luar maupun di lapangan, dan tidak ada masalah antar pemain,” tambahnya.

KONFERENSI PERS - Konferensi pers pelatih Persis Solo Milomir Seslija (kiri) dan pemainnya Luka Dumancic (kanan) setelah bermain imbang 1-1 kontra PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (21/2/2026) malam WIB di Stadion Manahan.
KONFERENSI PERS - Konferensi pers pelatih Persis Solo Milomir Seslija (kiri) dan pemainnya Luka Dumancic (kanan) setelah bermain imbang 1-1 kontra PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (21/2/2026) malam WIB di Stadion Manahan. (Tribunnews.com/Muhammad Ali Yakub)

Milo Tegaskan Ramadan Bukan Masalah

Sementara itu, pelatih Persis, Milomir Seslija, turut memberikan tanggapan terkait persiapan tim menjelang bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa puasa bukanlah alasan yang bisa dijadikan pembenaran atas performa tim.

“Ramadan bukanlah masalah, kami sudah beradaptasi dengan latihan malam hari,” ujar Milomir.

Menurutnya, tim pelatih juga telah menyesuaikan pola makan dan asupan nutrisi para pemain agar tetap dalam kondisi optimal meski menjalani ibadah puasa.

“Kami menyesuaikan makanan bergizi untuk para pemain yang berpuasa.”

Dengan kondisi klasemen yang semakin genting, Persis Solo dituntut segera menemukan solusi konkret untuk memutus tren negatif.

Jika tidak, ancaman degradasi akan semakin nyata seiring ketatnya persaingan di papan bawah Super League musim ini.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.