Nyesel Kalau Langsung Tidur, Ini 4 Amalan Selepas Subuh yang Bikin Pahala Meluber, Termasuk Keutamaan Membaca Al-Qur'an Saat Ramadan
Devi Agustiana February 22, 2026 03:34 AM

Grid.ID - Siapa yang punya kebiasaan langsung rebahan atau tarik selimut lagi setelah kelar sahur dan salat Subuh? Mulai sekarang, lebih baik kurangi kebiasaan tersebut.

Pasalnya, ada banyak banget ladang pahala yang sayang kalau dilewatkan begitu saja di pagi hari. Di antaranya adalah membaca Al-Qur'an.

Berdasarkan pemaparan Dr. Arsad Hidayat, Lc, MA, selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, selepas fajar memang dilarang untuk mendirikan salat sunnah hingga masuknya waktu Dhuha. Meski demikian, bukan berarti kita tidak bisa mencari pundi-pundi pahala lewat jalur lain.

Terdapat sederet rutinitas spiritual yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pasca salat Subuh.

1. Rutin Melantunkan Ayat Suci Al-Qur'an

Secara garis besar, Dr. Arsad menekankan bahwa tilawah bisa dilakukan kapan saja.

"Namun waktu Subuh memiliki kekhususan tersendiri yang ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an," katanya dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Fakta ini sejalan dengan firman Allah SWT di dalam Surah Al-Isra ayat 78:

Aqimiṣ-ṣalāta lidulūki asy-syamsi ilā ghasaqil-laili wa qur’ānal-fajr(i), inna qur’ānal-fajr(i) kāna masyhūdā.

Artinya:
"Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S. Al Isra:78)"

"Para mufassir seperti Imam al-Ṭabari dan Ibn Katsir menjelaskan bahwa 'masyhūdan' berarti disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang," kata Arsad.

Bukan isapan jempol belaka, keistimewaan ini juga disokong oleh hadis sahih dari riwayat Imam al-Bukhari serta Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:

An Abī Hurairah, anna Rasūlallāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qāla:
“Yata‘āqabūna fīkum malāikatun bil-laili wa malāikatun bin-nahār, wa yajtami‘ūna fī ṣalātil-fajr wa ṣalātil-‘aṣr …

Artinya:
"Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Malaikat datang kepada kalian secara bergantian di malam dan siang dan semuanya berkumpul pada waktu salat Subuh dan salat Ashar...."

Melihat dalil-dalil tersebut, bertadarus selepas fajar tak hanya sekadar diizinkan, melainkan jadi momen emas yang bertabur berkah.

Terlebih lagi, keutamaan membaca Alquran saat Ramadan sangatlah fantastis. Tgk Saiful Hadi, MA, Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, turut menjabarkan bahwa satu huruf yang kita baca akan diganjar sepuluh kebaikan.

"Bahkan dalam hadis lainnya disebutkan, seseorang yang membaca Alquran secara terbata-bata pun akan mendapat sebanyak dua kebaikan," kata Tgk Saiful Hadi.

"Yang penting kita punya niat yang kuat untuk membacanya, terutama di bulan ramadhan ini, bagaimana caranya kita bisa mengkhatam Alquran," ujar Ustadz yang juga merupakan pengajar di UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut.

Kutamaan membaca Alquran saat Ramadan juga ditegaskan lewat Hadis Riwayat Muslim No. 804. Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat (pertolongan) kepada pembacanya."

2. Memperbanyak Dzikir Pagi

Selain bertadarus, membasahi bibir dengan kalimat toyibah usai Subuh juga jadi amalan juara. Ibn Katsir pernah menukil sebuah hadis qudsi dari Abu Darda, di mana Allah Swt. berfirman:

Man yastaghfirnī aghfir lahu, man yas’alnī u‘ṭihī, man yad‘unī fa astajība lahu ḥattā yaṭlu‘al-fajr.

Artinya: "Barang siapa yang meminta ampun kepada-Ku, Aku memberikan ampun baginya; dan barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya; dan barang siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan memperkenankan baginya hingga fajar terbit."

Berbekal riwayat inilah, tokoh besar sekelas Imam al-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar sangat menyarankan umat muslim untuk terus berdzikir dan bertilawah di ambang pagi.

3. Menghidupkan Masjid dengan I'tikaf

Siapa bilang i'tikaf cuma bisa malam hari? Merenung dan mendekatkan diri di masjid pasca Subuh rupanya sah-sah saja dilakukan.

Walau berstatus sunnah dan bebas dipraktikkan di luar bulan puasa, pelaksanaannya di momen puasa tentu punya value berbeda. Hal ini terekam jelas dalam sabda Rasullullah SAW:

An Abī Sa‘īd al-Khudrī raḍiyallāhu ‘anhu, anna Rasūlallāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama kāna ya‘takifu fil-‘ashril-ausaṭi min Ramaḍān. Fa‘takafa ‘āman, ḥattā idzā kānat lailata iḥdā wa ‘isyrīna — wa hiya al-lailatu allatī yakhruju min ṣabīḥatihā min i‘tikāfih — qāla:

Man i‘takafa ma‘iya fal-ya‘takifil-‘ashral-awākhir, faqad urītu hādzihil-lailata tsumma unsītuhā, wa qad ra’aitunī asjudu fī mā’in wa ṭīn min ṣabīḥatihā. Fal-tamisūhā fil-‘ashril-awākhir, wal-tamisūhā fī kulli witr.

Fa maṭaratis-samā’u tilkal-lailah, wa kānal-masjidu ‘alā ‘arīsyin, fawakafa al-masjid. Fa abṣarat ‘aināya Rasūlallāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama wa ‘alā jabhatihī atsarul-mā’i waṭ-ṭīn min ṣubḥi iḥdā wa ‘isyrīn.

Artinya: "Dari Abu Sa'īd Al-Khudri: bahwa Rasulullah beriktikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadan. Beliau beriktikaf di bulan Ramadan tahun itu, hingga ketika malam keduapuluh satu - yaitu malam ketika ia keluar di pagi harinya dari iktikafnya - beliau bersabda:

"Siapa ingin beriktikaf denganku, hendaknya ia beriktikaf pada sepuluh hari terakhir karena pada malam ini telah diperlihatkan kepadaku, lalu aku terlupa. Telah diperlihatkan kepadaku bahwa aku sujud di atas air dan tanah pada pagi itu. Karena itu, carilah (lailatul qadar) di sepuluh hari terakhir dan carilah di setiap malam ganjil."

"Pada malam itu langit hujan dan masjid seperti naungan lalu meneteslah air dari atapnya. Aku lihat Rasulullah dan di keningnya ada bekas air dan tanah dari pagi malam keduapuluh satu." (HR. Ibnu Hibban),".

Tujuan utamanya tak lain untuk memburu malam seribu bulan atau Lailatul Qadar yang disembunyikan Allah di malam-malam ganjil.

4. Panen Doa Malaikat Lewat Sedekah Subuh

Tren sedekah pagi hari belakangan ini memang sedang hits. Konsep berbagi rezeki di waktu fajar ini memang punya landasan yang kokoh, merujuk pada sabda Rasulullah SAW berikut:

An Abī Hurairata raḍiyallāhu ‘anhu, anna an-Nabiyya ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama qāla:

Mā min yaumin yuṣbiḥul-‘ibādu fīhi illā malakāni yanzilāni, fa yaqūlu aḥaduhumā: Allāhumma a‘ṭi munfiqan khalafan, wa yaqūlul-ākhara: Allāhumma a‘ṭi mumsikan talafan.

“Tidaklah manusia memasuki waktu pagi, melainkan ada dua malaikat yang turun (ke bumi). Salah satu dari kedua malaikat itu berdoa,‘Ya Allah! Berikanlah ganti (yang baik) kepada orang yang bersedekah.' Sedang malaikat yang satunya lagi mengatakan, ‘Ya Allah! Timpakanlah kehancuran pada orang yang menahan hartanya (kikir).” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Nah, itulah kegiatan positif yang bisa Sobat Grid rutinkan pasca salat Subuh. Daripada waktu terbuang buat tidur pulas, mending upgrade pahala, kan?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.