Ade Rai Sarankan Sahur Tanpa Karbohidrat Berlebih, Ini Alasannya!
GH News February 22, 2026 04:09 AM
Jakarta -

Binaragawan Ade Rai memberikan tips makan sahur agar tubuh bugar dengan tidak mengonsumsi karbohidrat. Ini penjelasannya!

Sahur menjadi momen penting untuk mempersiapkan tubuh menjalani puasa seharian. Namun, tak sedikit orang yang mengeluhkan cepat lapar, lemas, bahkan bad mood meski sudah makan dalam porsi besar.

Salah satu penyebabnya ternyata berasal dari pemilihan menu sahur yang terlalu banyak mengandung karbohidrat sederhana.

Hal tersebut disampaikan oleh binaragawan Ade Rai (21/2). Ia membagikan tips sahur agar tubuh tetap bugar dan kuat berpuasa lewat media sosialnya.

White rice in bowlIlustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

Menurut Ade Rai, konsumsi karbohidrat berlebih saat sahur dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat naik dan turun. Kondisi ini dikenal sebagai 'roller coaster energy', yang membuat tubuh cepat lapar dan lemas.

"Sahur tanpa karbo, alasannya karena terjadinya lonjakan gula darah. Itu yang disebut 'roller coaster energy'. Ketika makan karbo, lonjakan gula darah akan naik, tapi hanya butuh 1-2 jam langsung turun ke bawah," jelasnya.

Ia menambahkan, rasa lapar yang muncul di pagi hingga siang hari bukan semata-mata karena tubuh belum makan, melainkan karena efek penurunan gula darah setelah konsumsi karbohidrat.

"Makanya kenapa keinginan lapar itu terjadi bukan karena kita belum makan, tapi karena kita baru habis makan karbo," lanjut binaragawan kelahiran 6 Mei 1970 itu.

Breakfast - boiled egg and vegetablesSayur dan telur bisa jadi ide menu sahur yang menyehatkan. Foto: Getty Images/iStockphoto/gbh007

Jika sahur diisi dengan makan sumber karbohidrat porsi besar, maka risiko rasa lapar saat berpuasa justru semakin tinggi.

Padahal, di waktu tersebut tubuh tidak bisa langsung mendapatkan asupan makanan. Kondisi ini membuat puasa terasa lebih berat, baik secara fisik maupun mental.

"Kalau pas sahur teman-teman malah loading karbo, bisa dibayangkan perasaan puasanya akan lebih sengsara," ujar Ade Rai.

"Ketika gula darah turun, terasa lapar, tapi tidak bisa makan karena lagi puasa. Nah, di situ suasana hati juga jadi nggak enak," lanjutnya.

Dalam keseharian, tubuh manusia memang terbiasa menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama.

Namun, saat puasa, tubuh dipaksa untuk beradaptasi dengan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. Proses adaptasi ini akan berjalan lebih optimal jika menu sahur disesuaikan.

Sebagai solusi, ia menyarankan menu sahur yang kaya protein dan lemak sehat. Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, sementara lemak sehat menjadi sumber energi yang stabil.

Sayuran tetap boleh dikonsumsi, tapi sebaiknya memilih yang berserat tinggi dan rendah gula.

"Saat sahur bisa pilih protein dan lemak. Terlepas dari sayur ada karbo, tapi karbo yang berserat paling tidak, karena gulanya rendah," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.