Intensitas Hujan Tinggi, Bendung Leko Pancing Status Siaga, Ketinggian Air 160 Cm
Alfian February 22, 2026 05:20 AM

 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Bendung Leko Pancing di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan berstatus Siaga, Minggu (22/2/2026).

Petugas Operasi Bendung Leko Pancing, M Syamsir mengatakan ketinggian air saat ini mencapai 160 CM di atas mercu (bagian dari bendung yang berfungsi untuk mengatur tinggi air) pada pukul 03.40.

Ia menyebutkan normalnya debit air normal adalah 0-50 CM di atas mercu.

Status waspada ditetapkan apabila ketinggian air berada di 50-100 CM di atas mercu.

Sementara, status siaga jika air berada 100-200 CM di atas mercu dan jika lebih dari 200 CM maka status menjadi awas.

"Saat ini ketinggian air itu mencapai 160 CM di atas mercu, status siaga," kata Syamsir dikonfirmasi wartawan Tribun Timur via WhatsApp.

Ia menyebutkan debit air yang melewati mercu mencapai 473.738 L/detik.

Sementara debit air yang masuk ke pintu pengambilan atau intake mencapai 2.389
L/detik.

"Debit air di intake Inilah yang ke saluran yang dimanfaatkan air baku dan irigasi," ujarnya.

Ia menyebutkan tepat pukul 01.00 Wita dini hari, kondisi bendungan sempat berstatus awas.

Sebab ketinggian air mencapai 300 cm di atas mercu.

"Namun saat ini sudah mulai surut, ketinggian air sudah 160 cm dengan status siaga," bebernya.

Ia menuturkan tingginya debit air di Bendung Leko Pancing disebabkan tingginya intensitas hujan yang melanda beberapa hari terakhir.

Diperkirakan debit air masih bisa bertambah apalagi intensitas hujan intensitas tinggi masih terus melanda Kabupaten Maros.

Berdasarkan prediksi BMKG periode musim hujan kali ini akan berlangsung hingga Maret 2026 mendatang.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menyebutkan saat ini masih puncak musim hujan.

Hal ini ditandai mulai tingginya intensitas hujan berdasarkan akumulasi bulanan.

selain intensitas hujan, puncak musim juga diikuti potensi angin kencang dan petir yang cukup tinggi.

Baca juga: Prakiraan BMKG: Hujan Berlanjut saat Banjir Rendam Perbatasan Pangkep-Barru

Kendati demikian, intensitas hujan diperkirakan tidak akan terlalu ekstrem karena tidak ada pengaruh kuat dari fenomena El Nino maupun La Nina.

“Kondisi cuaca netral, tidak ada La Nina dan La Nina yang mendominasi,” katanya.

Hingga saat ini, kata dia, sejumlah wilayah Pesisir Barat Sulawesi Selatan juga sudah mulai memasuki puncak musim hujan.

"Seperti Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep dan Barru," bebernya.

Syamsul pun mengimbau agar pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan langkah antisipatif, seperti pemangkasan pohon-pohon di tepi jalan dan pembersihan saluran air.

“Kami imbau stakeholder seperti BPBD untuk memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang karena hujan disertai angin kencang juga besar kemungkinannya,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik.

“Musim hujan ini ibarat air yang ‘mudik’ atau datang ke daerah kita. Maka siapkan tempat untuk mereka bersihkan selokan, keruk drainase, dan normalisasi sungai. Karena banjir biasanya terjadi akibat air yang meluap,” imbuhnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.