Seorang turis China harus mengalami liburan yang menyedihkan. Ia berniat kencan romantis, tapi malah babak belur dan dirampok.
Adalah Jiang Zili, seorang turis berusia 27 tahun yang liburan ke Pattaya, Thailand. Sudah jadi rahasia umum, kencan bersama Pekerja Seks Komersial (PSK) jadi hal yang lumrah di Pattaya, seperti dikutip dari pada Minggu (22/2/2026).
Melalui seorang penerjemah, Jiang mengaku telah memesan seorang transgender untuk berkencan dengannya pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Namun, bukan cuma satu, yang datang tiga waria.
Inilah awal mula perselisihan. Waria-waria itu tidak terima telah diusir karena perjanjian awal hanya satu orang yang akan datang. Jiang mengaku bahwa ketiga wanita itu mulai merusak barang-barang kamar. Belum puas juga, mereka kemudian menyerang Jiang.
Puncaknya, Jiang dirampok. Uang tunai senilai 20.000 baht atau Rp 10 jutaan diambil oleh mereka. Pelaku kemudian melarikan diri.
Mental dan fisik Jiang jadi korban. Seorang pengemudi ojek yang menunggu di pintu masuk hotel dekat jalan tersebut mengatakan Jiang terluka.
Ia berlari kepadanya dengan panik dan meminta bantuan. Jiang juga mengatakan bahwa ia telah diserang oleh tiga wanita transgender. Sang pengemudi ojek kemudian membantu korban menghubungi polisi.
Para penyidik sedang meninjau rekaman CCTV hotel untuk menetapkan urutan kejadian dan mengidentifikasi ketiga tersangka.
Ini bukan yang pertama kali terjadi di Pattaya. Tahun lalu, seorang turis Inggris diduga mendapat serangan setelah menolak layanan beberapa wanita trasngender.
Sempat kabur, namun pelaku dapat ditangkap berkat tinjauan rekaman CCTV yang dilakukan oleh polisi.







