Tahun Baru Imlek menjadi hari raya paling lama dalam setahun di China. Hong Kong pun melaporkan peningkatan bisnis selama masa Imlek.
Hotel dan restoran di kawasan wisata Hong Kong melaporkan bisnis yang kuat selama liburan Tahun Baru Imlek. Meski cuan, namun terjadi perubahan tren perjalanan yang dilakukan oleh penduduk, seperti dikutip dari pada Minggu (22/2/2026).
Seorang pemimpin industri pariwisata mengatakan kota ini juga melihat lebih banyak wisatawan China daratan tahun ini, karena memburuknya hubungan antara China dan Jepang.
Angka dari Departemen Imigrasi yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggalkan kota dalam jumlah besar dari tanggal 13 hingga 18 Februari, sekitar 2,5 juta perjalanan keluar, sementara angka kedatangan hanya 1 juta dari China daratan dan tempat lainnya.
Jumlah perjalanan keluar oleh warga Hong Kong selama enam hari tersebut sekitar 11 persen lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu, sementara jumlah perjalanan masuk oleh pengunjung meningkat sebesar 7 persen.
Kepala Operasi Grup Miramar, Alan Chan Chung-yee, yang juga seorang anggota parlemen, mengatakan tingkat hunian di dua hotel perusahaan mencapai 90 persen dan 95 persen masing-masing selama periode liburan, dengan pendapatan keseluruhan meningkat 12 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Chan memperkirakan sekitar 60 persen tamu berasal dari China daratan, banyak yang tiba melalui kereta api cepat.
Ia mengatakan liburan Festival Musim Semi yang lebih panjang di China daratan, yang berlangsung selama sembilan hari tahun ini, telah meningkatkan permintaan perjalanan. Hal ini didukung dengan mepetnya Hari Valentine yang menarik wisatawan usia muda.
Chan juga menunjuk pada pergeseran pola perjalanan regional yang sebagian dipengaruhi oleh arus geopolitik.
"Banyak penerbangan dari daratan China ke Jepang telah dipangkas, dan Hong Kong telah menjadi tujuan alternatif penting selain Jepang," katanya.
Ia menambahkan bahwa beberapa pelancong juga singgah di Hong Kong untuk tinggal lebih lama dalam perjalanan menuju negara Asia Timur tersebut.
Hubungan antara Beijing dan Tokyo telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir, mendorong otoritas China untuk mengeluarkan peringatan perjalanan dan maskapai penerbangan untuk membatalkan sejumlah besar penerbangan menuju Jepang, mengalihkan sebagian permintaan perjalanan keluar ke tujuan terdekat termasuk Hong Kong.
Seorang turis asal Sichuan bernama Jing yang bepergian bersama putrinya yang berusia sembilan tahun, Apple Liu, mengatakan bahwa tarif kamar hotel telah berlipat ganda selama periode Tahun Baru Imlek dibandingkan dengan kunjungannya musim panas lalu. Dia membayar sekitar HK$2.000 (Rp 4,3 jutaan ) per malam untuk akomodasi.
"Saya bersama anak saya, jadi kami akan menghabiskan uang sesuai kebutuhan, tetapi saya memperkirakan pengeluaran akan mencapai 20.000 hingga 30.000 yuan selama tujuh hari," kata Jing.
Pemerintah sebelumnya memperkirakan bahwa 11,38 juta penumpang akan melewati titik kontrol laut, darat, dan udara Hong Kong dari tanggal 14 hingga 23 Februari.
Pihak berwenang mengandalkan rangkaian perayaan, termasuk parade Tahun Baru Imlek pada hari pertama, kembang api pada hari kedua, hari pacuan kuda Tahun Kuda di Sha Tin Racecourse pada hari ketiga, dan Piala Tahun Baru Imlek pada hari kelima, untuk mendorong pengunjung memperpanjang masa tinggal mereka.







