- Kasus kematian NS, bocah 12 tahun asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Ayah korban, Anwar Satibi, mengungkap kronologi kejadian tersebut.
Anwar mengaku mendapat telepon dari istrinya saat malam pertama tarawih.
Ia diberi tahu bahwa NS sedang sakit, demam, dan mengelantur.
"Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih (pulang), (NS) teu damang (sedang sakit), terus mengelantur, panas (demam)," kata Anwar saat ditemui awak media di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026) siang.
Anwar kemudian pulang dari tempat kerjanya di Kota Sukabumi.
Namun setibanya di rumah, ia terkejut melihat kondisi kulit anaknya melepuh.
Saat ditanya, sang istri menyebut luka tersebut akibat demam tinggi.
Anwar sempat berpikir untuk membeli salep dan membawa anaknya ke rumah sakit.
"Saya tanya, 'Mah, kenapa ini kulitnya (NS) seperti ini?' Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh. Nah, saya pikirnya ya nanti ya sudah beli salep begitu, dibawa ke rumah sakit," tutur Anwar.
Keesokan paginya, Kamis (19/2/2026), NS dibawa ke rumah sakit, di sana, NS mengaku luka melepuh di tubuhnya akibat disiram air panas oleh ibu tirinya.
Luka terlihat di kaki, punggung, tangan, dan bagian tubuh lainnya.
"NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak," lanjut Anwar.
Pada sore harinya, NS dinyatakan meninggal dunia.
Anwar kemudian meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Hasil autopsi tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi menemukan sejumlah luka bakar di sekujur tubuh korban.
(*)
https://bandung.kompas.com/read/2026/02/21/175319078/kronologi-versi-ayah-dari-bocah-sukabumi-yang-diduga-tewas-dianiaya-ibu-tiri?page=all#page3