Petasan Rakitan Meledak, 4 Pelajar di Pekalongan Alami Luka-Luka
rival al manaf February 22, 2026 12:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Empat pelajar asal Desa Paweden, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan mengalami luka-luka akibat ledakan petasan rakitan yang terjadi di Jalan Baru Pematang Sawah RT 06 RW 02, Jumat (20/2/2026).

 

Ps Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo menjelaskan, bahwa peristiwa bermula saat para korban membuat petasan di rumah salah seorang dari mereka. Petasan tersebut rencananya akan diterbangkan menggunakan balon udara pada keesokan harinya.

 

"Namun, sekitar pukul 05.30 WIB, saat petasan hendak ditautkan pada balon udara, benda tersebut tiba-tiba meledak sebelum sempat diterbangkan dan mengenai para korban," kata Ps Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Jalan Bendo-Banyurip Kota Pekalongan Rusak Parah, Bahar : Percuma Bayar Pajak

Baca juga: Antisipasi Balap Liar dan Petasan di Kota Pekalongan, Wali Kota Aaf : Warga Diminta Segera Melapor

 

Ia menyayangkan kejadian tersebut, terlebih seluruh korban diketahui masih berstatus pelajar dan dua di antaranya masih menjalani perawatan intensif di RSI Pekajangan.

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja, khususnya di bulan Ramadan

 

"Masyarakat juga diminta untuk tidak membuat, maupun menyalakan petasan, serta menghindari aktivitas berbahaya seperti tawuran, balap liar, hingga penyalahgunaan minuman keras dan narkoba," imbuhnya.

 

Sebagai langkah preventif dan represif, jajaran Polres Pekalongan Kota terus menggencarkan penindakan terhadap peredaran bahan peledak. Pada Selasa (17/2/2026), Satuan Reserse Kriminal mengamankan seorang pria berinisial C alias H, warga Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, beserta barang bukti berupa tiga kilogram bahan peledak (obat petasan), serta enam lembar kertas telo yang biasa digunakan sebagai sumbu petasan.

 

Sementara itu, RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan mengonfirmasi telah menerima dua pasien anak yang menjadi korban ledakan petasan pada Jumat (20/2/2026). Kedua korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam rentang waktu berbeda, yakni sekitar pukul 06.50 WIB dan 08.00 WIB, dengan tingkat cedera yang cukup serius.

 

Pasien pertama berinisial MAA (11), warga Kecamatan Karangdadap, datang dengan kondisi mengalami luka robek, serta cedera pada bagian tangan kanan akibat ledakan.

 

"Setelah mendapatkan penanganan awal di IGD, pasien menjalani perawatan luka dan dinyatakan perlu menjalani rawat inap guna observasi lanjutan, serta perawatan intensif oleh dokter spesialis ortopedi," kata Manajer Pelayanan Medis RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, dr. Maria Ulfa, Sabtu (21/2/2026).

 

Sementara itu, korban kedua berinisial MKF (14), warga Banyurip Ageng, mengalami cedera serius akibat trauma ledakan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga dan dokter spesialis, ditemukan luka robek signifikan pada bagian mata sebelah kiri.

 

Dr Maria Ulfa menyampaikan, bahwa pasien kedua memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata dengan fasilitas medis yang lebih lengkap.

 

"Karena terdapat luka robek pada bola mata sebelah kiri, pasien memerlukan penanganan spesialis mata lanjutan. Saat ini pasien sedang dalam proses transfer ke rumah sakit tipe A atau rumah sakit rujukan di RSUP Kariadi Semarang," ujarnya.

 

Pihaknya menyayangkan, terjadinya insiden tersebut dan mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan petasan maupun bahan peledak lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa serta fungsi organ tubuh. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.