Ditinggal ke Luar Kota, Rumah Warga di Pedurungan Semarang Terbakar
rival al manaf February 22, 2026 12:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah rumah diketahui milik Sahrul Umar, di Jalan Zebra Dalam I, RT 08 RW 05, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, terbakar, Sabtu (21/2/2026) malam. Insiden itu diketahui warga usai melaksanakan salat tarawih.


Lurah Pedurungan Kidul, Siti Nur Alfiyah mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.45 WIB. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemilik rumah bersama keluarganya sedang menghadiri acara pernikahan kerabat di Boyolali. Sementara itu, ibu pemilik rumah juga sedang bekerja.


Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga yang mendengar suara letupan dari arah rumah korban saat berada di dalam masjid yang letaknya persis di sebelah rumah, yakni Masjid Qomariah. 


"Jadi, rumah itu kondisi kosong. Lah, yang ngonangi 'melihat' itu Pak Sartono. Itu melihat tapi waktu masih di dalam masjid sudah mendengar suara kretek-kretek-kretek," kata Siti, Minggu (22/2).


Warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.


Saat petugas tiba sekitar pukul 21.00 WIB, api telah merambat dan membakar bagian atap rumah dari sisi belakang. Karena kondisi rumah tertutup dan terkunci, petugas terpaksa memecahkan kaca dan mendobrak pintu untuk masuk dan memadamkan api.


Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WIB. Namun, sebagian besar atap rumah hangus terbakar hingga roboh, terutama pada bagian belakang yang meliputi dapur dan kamar.


Sejumlah perabotan seperti lemari dan tempat penyimpanan dokumen penting turut terbakar. Sementara bagian ruang tamu di depan rumah dilaporkan masih dalam kondisi relatif utuh.


"Kusen-kusennya masih utuh, cuma yang belakang itu ada almari, ada segala macam tempat-tempat sertifikat. itu sudah habis. Jadi kan kita juga enggak tahu yang di dalam itu isinya apa," jelasnya.


Siti menjelaskan, kerugian materi akibat insiden tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.


"(Kerugian) Rp100 juta lebih, karena hampir satu rumah," sebutnya.


Warga sekitar sempat membantu mengamankan barang-barang yang berada di luar rumah, utamanya sepeda motor milik korban. Aliran listrik di rumah tersebut juga segera diputus untuk mencegah api semakin meluas.


Dari hasil pemantauan sementara, sumber api diduga berasal dari area dapur di bagian belakang rumah. Namun, penyebab pasti masih dalam proses pendalaman.


Siti mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah memberikan bantuan darurat seperti terpal pada malam kejadian.


Untuk sementara, keluarga korban masih berada di sekitar rumah dan dibantu oleh tetangga setempat.


"(Terkait bantuan lanjutan) Karena ini masih ada bantuan terpal, mungkin secepatnya akan ditutup lagi nggih. Entah nanti bagaimana caranya nanti coba nanti dirembuk bersama," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.