Bansos PKH dan Sembako Februari Cair di Bulan Ramadan 2026, Cek Nama dan Status DTSEN
Wahyu Widiyantoro February 22, 2026 04:04 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Tercatat realisasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) triwulan pertama 2026 telah mencapai di atas 85 persen atau Rp15 triliun hingga awal Ramadan 1447 H atau pertengahan Februari 2026. 

Program Keluarga Harapan (PKH), mendapat alokasi untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). 

Sementara Bantuan Sembako dialokasikan bagi 18.250.000 KPM.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Bansos PKH dan Sembako telah disalurkan secara bertahap.

Baca juga: Mekanisme Cek Desil Penerima Bansos Mudah Via Online Cukup Pakai NIK

Rinciannya penyalurannya antara lain:

  • PKH untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret dengan sasaran 8.940.958 KPM tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. 
  • Bansos Sembako sudah tersalurkan ke 15 juta KPM yang total besarannya Rp 9 triliun atau setara 86,9 persen.

Penyaluran bansos dilakukan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan BSI. 

Masih terdapat lebih dari 1 juta penerima baru bansos PKH dan sekitar 2 juta penerima baru bansos Sembako hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang belum menerima bantuan.

"Karena sedang proses pembukaan rekening kolektif distribusi kartu dan persiapan penyaluran melalui PT. Pos Indonesia," kata Gus Ipul.

Setiap triwulan ada penerima manfaat baru hasil pemutakhiran DTSEN yang sebagian besar belum memiliki rekening. 

"Maka itu ada namanya buka rekening kolektif dan perlu waktu 1-2 bulan,” jelasnya. 

Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana, meliputi bantuan logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (Jadup) dan bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

Total anggaran bansos adaptif ada Rp2 triliun.

Untuk bansos PKH dan Sembako di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, Kemensos telah menyalurkan Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM.

Cek Penerima Bansos

Status desil dapat dilihat di laman resmi cekbansos.kemenkos.go.id, dengan cara berikut ini:

1. Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id

2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

3. Input huruf kode captcha yang tertera dalam website, jika kode kurang jelas bisa klik icon refresh Klik tombol CARI DATA. 

4. Klik CARI DATA untuk menampilkan detil nama, kelompok desil, dan status penerima bansos Kemensos.

Pengertian Desil

Desil merupakan kelompok peringkat kesejahteraan keluarga di Indonesia yang ada pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

DTSEN merupakan data tunggal sosial ekonomi masyarakat di Indonesia yang digunakan untuk pensasaran penerima bantuan sosial. 

DTSEN merupakan hasil penggabungan tiga sumber data penanganan kemiskinan yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang kemudian dipadankan dengan data kependudukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

Desil masyarakat dalam DTSEN bersifat dinamis dan terus diperbarui secara periodik oleh BPS melalui berbagai sumber di antaranya groundcheck oleh Kemensos, pemutakhiran oleh pemerintah daerah maupun sumber lain. 

Kemensos menggunakan desil terbaru untuk menentukan sasaran yang dapat menerima bantuan sosial yang berasal dari usulan pemerintah daerah dan usulan masyarakat. 

DTSEN memuat data desil berdasarkan NIK dan nama. 

Cukup dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP), masyarakat dapat mengetahui posisi desil

Apabila termasuk dalam Desil 1–4, maka dapat menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.