Cilacap Bidik Investasi Rp 66,6 Miliar, Industri Kelapa Terpadu Bakal Berdiri di Kesugihan
Rustam Aji February 22, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap resmi memulai langkah besar untuk mengubah wajah ekonomi pesisir selatan Jawa Tengah melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Proyek strategis pembangunan industri kelapa terpadu dengan nilai investasi awal mencapai Rp 66,6 miliar kini tengah dimatangkan untuk mendongkrak nilai tambah produk kelapa lokal.

Langkah ini diambil guna memutus rantai penjualan kelapa mentah yang selama ini dinilai belum memberikan kesejahteraan maksimal bagi petani.

Proyek ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare di Kawasan Peruntukan Industri Bulupayung, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan.

Baca juga: Saksi: Duar! Ledakan Petasan di Pandansari Wonosobo Terdengar Bak Bom, Guncang Warung Mie Ayam

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cilacap, Arida Puji Hastuti, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua investor swasta yang mengajukan peminatan serius.

“Di awal tahun ini sudah ada dua investor yang mengajukan peminatan. Mereka sudah melakukan pengecekan lokasi dan memaparkan rencana bisnis di hadapan tim terpadu PTSP,” ujar Arida, Minggu (22/2/2026).

Investasi Produksi Kelapa Sangat Prospektif di Kabupaten Cilacap

Investasi Kabupaten Cilacap ini dinilai sangat prospektif mengingat status wilayah tersebut sebagai sentra produksi kelapa terbesar di Jawa Tengah.

Dengan ketersediaan bahan baku mencapai 177 ribu butir per hari, Cilacap memiliki daya tawar tinggi untuk pengembangan industri kelapa terpadu.

Konsep yang diusung adalah pengolahan tanpa sisa (zero waste).

Seluruh bagian kelapa akan diolah menjadi produk bernilai ekspor, mulai dari coco fiber dan coco peat dari sabut, briket dari tempurung, hingga santan dan nata de coco dari air kelapa.

Baca juga: Nekat Rakit Petasan Pakai Mesin Gerinda, Remaja di Wonosobo Alami Luka Bakar Akibat Ledakan

Bahkan, pengembangan minyak kelapa dan asap cair juga masuk dalam rencana produksi.

Arida menambahkan, infrastruktur pendukung di lokasi tersebut sudah sangat mumpuni.

Akses jalan provinsi, pasokan listrik dari PLTU Adipala dan Karangkandri, hingga ketersediaan air bersih dari PDAM Tirta Wijaya menjadi jaminan efisiensi bagi investor.

“Kesiapan infrastruktur memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Kami berharap kehadiran industri ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta menaikkan harga jual kelapa di tingkat petani secara signifikan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, satu investor masih dalam tahap perhitungan nilai riil investasi, sementara investor lainnya dijadwalkan akan memaparkan detail lanjutan setelah hari raya Idulfitri mendatang. (ray)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.