TRIBUNJAKARTA.COM - Bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H, berikut jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa untuk wilayah Kota Jakarta pada Senin (23/2/2026).
Sebagai informasi, imsak merupakan penanda atau pengingat waktu, biasanya sekitar 10 menit sebelum azan Subuh.
Waktu ini digunakan sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar umat Muslim dapat menyelesaikan sahur tepat waktu dan memastikan puasa dimulai sebelum terbit fajar.
Adapun jadwal imsakiyah Ramadan 2026 yang meliputi waktu salat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya untuk Kota Jakarta dirangkum dari Tribunnews.com berdasarkan data Bimas Islam Kementerian Agama RI.
5 Ramadhan 1446 H (23/2/2026)
Kota Jakarta
Tak jarang kita terlambat bangun sahur hingga mendekati waktu imsak. Lantas, masih bolehkah makan dan minum meski sudah masuk waktu imsak?
Pertanyaan tersebut kerap ditanyakan umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Shidiq menyebut, menurut mayoritas ulama hal itu diperbolehkan.
Sebab, masa puasa atau menahan makan dan minum dimulai ketika terbitnya fajar.
Sementara, imsak bukanlah menjadi pertanda datangnya waktu fajar.
Adapun penjelasannya tercantum dalam potongan Quran Surah (QS) al-Baqarah ayat 187:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
Artinya: "..makanlah dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.."
Menurut Shidiq, kalimat 'benang hitam dan benang putih' pada potongan ayat tersebut merupakan kalimat kiasan yang berarti waktu masuk fajar.
"Jadi kalimat 'benang putih dan benang hitam' ini sebetulnya kalimat kiasan, yang dimaksud adalah jelas antara waktu siang dari waktu malam, maksudnya waktu fajar," ujar Shidiq dikutip dari kanal YouTube Tribunnews.
Selain itu, ada hadis yang menegaskan bahwa Umat Islam yang hendak berpuasa diperbolehkan makan dan minum hingga Sahabat Rasulullah, Abu Ummi Maktum mengumandangkan adzan subuh.
"Karena Ummi Maktum itu tidak adzan kecuali setelah terbit fajar," kata Shidiq.
Lebih lanjut, Shidiq memaparkan sebagian ulama berpendapat, sebaiknya waktu imsak diawalkan beberapa menit sebelum fajar.
Tujuannya adalah untuk kehati-hatian agar Umat Islam yang hendak berpuasa saat santap sahur tidak 'kebablasan' melebihi waktu fajar.
"Jadi intinya makan dan minum saat ada sirine atau tanda imsak itu boleh, karena itu bukan tanda terbitnya fajar."
"Dan mulai menahan diri dari makan dan minum itu berlakunya setelah fajar," terang Shidiq.