TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Headcoach PSIS Semarang, Andri Ramawi mensyukuri kemenangan yang diraih timnya dalam laga tandang menghadapi tuan rumah Deltras FC dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Delta Sidoarjo, Minggu (22/2/2026) malam.
Berlaga dalam guyuran hujan deras, PSIS sukses mencuri poin sempurna dengan kemenangan 1-0 lewat gol yang dieksekusi oleh Rafinha dari titik putih di menit 26.
Hasil ini menjadi modal berharga untuk menatap sisa laga di kompetisi musim ini.
Andri seusai laga secara khusus juga mengapresiasi anak asuhnya yang sudah berjuang maksimal.
Baca juga: PSIS Full Senyum Berkat Rafinha di Sidoarjo, 3 Poin Jauhi Dasar Zona Degradasi
• Bupati Sadewo: Enakan Rp3 Juta Tinggal di Purwokerto Dibanding Rp5 Juta di Jakarta
"Terima kasih atas kerja keras semua pemain. Luar biasa perjuangan mereka," kata dia.
Menurutnya, pertemuan PSIS dan Deltras di putaran pertama dan kedua yang selalu dimenangkan oleh The Lobster menjadi motivasi tersendiri bagi PSIS untuk memenangkan pertandingan.
Hasil yang diinginkan tersebut akhirnya terwujud dalam kemenangan penting tersebut.
"Kami coba untuk memutus rekor yang selalu kalah dengan Deltras."
"Itu menjadi motivasi kami dan semua pemain sudah lakukan itu di lapangan," ungkapnya.
Tambahan tiga poin ini sangat berharga bagi PSIS untuk memangkas jarak dengan tim-tim pesaing di papan bawah sekaligus untuk menjaga asa kans selamat dari ancaman degradasi.
"Tiga poin ini sangat penting bagi kami. Masih ada tujuh match kedepan yang sangat penting. Jadi kemenangan hari ini sangat penting untuk kami," ungkapnya.
Seusai laga ini, PSIS akan menghadapi Persiba Balikpapan di pekan ke 21.
Sementara itu, pelatih Deltras FC, Widodo C Putro berharap anak asuhnya tak patah semangat atas kekalahan ini.
Baca juga: Hasil Babak II Skor 0-1 Deltras FC vs PSIS Semarang, Tiga Poin Dibawa Pulang
• Kabar Baik, Pemudik Gratis Lintasi 6 Ruas Tol Ini, Berikut Rinciannya
"Kami malam ini tidak bisa mengamankan tiga poin. Selamat bagi PSIS."
"Kami disaat kalah saya harap tidak patah semangat. Kami masih ada beberapa match ke depan."
"Tentunya ini jadi bahan evaluasi bagi kami. Bagaimana bisa kembali lagi dalam tren positif," ujarnya.
Dia turut menyoroti faktor adaptasi di bulan Ramadan yang disebutnya perlu penyesuaian.
"Saya harap pemain bisa memahami taktik, strategi, dan kondisi."
"Memang di saat Ramadan ini ada pergantian di jam latihan, dan jam main. Harus adaptasi," katanya.
"Saya lihat kedua tim tadi juga tidak dalam tempo yang tinggi. Saya berharap pemain tetap semangat."
"Ini adalah risiko dari kami tim pelatih. Saya siap bertanggung jawab apapun keputusan-keputusan yang nantinya akan diambil oleh manajemen."
"Jadi saya berharap pemain tetap semangat," tandas WCP. (*)