Abon Haruan UMKM Tapin Dapat Banyak Pesanan Luar Daerah, Lisda Juga Bikin Kapsul Albumin
Hari Widodo February 23, 2026 07:39 AM

BANJARMASINPOST.CO,ID- Berbagai produk makanan dipajang di sejumlah rak. Beragam kudapan disajikan dalam kemasan menarik. Beberapa di antaranya merupakan penganan tradional Banjar.

Banyak pula yang berbahan ikan seperti pakasam, yakni sepat yang yang diawetkan menggunakan beras sangrai dan garam.

Ada pula ikan sungai yang terus dikembangkan oleh Lisda, pemilik R&R Food.

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jalan Bupati Said Alwi, Desa Perintis Raya, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin ini, giat melakukan inovasi terhadap haruan atau ikan gabus.

Baca juga: Tabrakan Pikap di Pulau Pinang Tapin, Tiga Orang Korban Dilarikan ke Rumah Sakit, Alami Patah Tulang

Ini diawali dari produk abon. Agar dipercaya, lauk ini telah mendapat izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan, sertifkat halal, sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Produksi yang Baik (CPB).

“Saat ini berproses menuju Standar Nasional Indonesia,” ujar Lisda kepada BPost.

Abon gabus Lisda semakin dikenal konsumen hingga mendapat banyak permintaan dari luar daerah.

Hal ini karena gabus memiliki kandungan albumin tinggi yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

“Kami juga tidak menggunakan penyedap, pewarna dan bahan kimia lainnya,” jelasnya.

Kepercayaan konsumen pun terus meningkat. Salah satu pelanggan Lisda berasal dari Jakarta, yang rutin melakukan pemesanan produk berbahan gabus setelah menjalani operasi jantung.

Terlebih UMKM ini juga mengembangkan minuman seduh albumin dengan campuran gula aren dan jahe, yang diklaim membuat tubuh lebih segar.

Ada pula kapsul albumin. “Kapsul albumin kami, insya Allah yang pertama di Kalimantan Selatan. Kalau yang lain masih berbentuk serbuk atau cair,” ujar Lisda.

Untuk memproduksinya, sekitar 20 tenaga kerja dilibatkan. Mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Terlebih produk Lisda digunakan pemerintah daerah untuk program penanganan stunting atau kekurangan gizi pada anak.

Hal ini karena produk berbahan ikan memiliki kandungan protein yang tinggi.

“Kami juga dapat bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel untuk sertifikasi SNI abon gabus,” ungkap Lisda.

Dikutip dari alodokter.com, albumin merupakan protein utama dalam darah yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Protein ini diproduksi secara alami oleh hati dan berperan penting dalam menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah atau tidak bocor ke jaringan sekitarnya.

Pada kondisi tertentu, seperti gagal hati, sepsis, luka bakar luas, atau penyakit kritis lainnya, kadar albumin dalam darah bisa menurun drastis.

Baca juga: Kelapa Muda Mama Amira di Tapin Laris Rp10 Ribu per Biji, Segar Untuk Berbuka Puasa

Hal ini dapat memicu terjadinya pembengkakan atau bahkan komplikasi serius. seperti penumpukan cairan di paru-paru.

Oleh karena itu, pemberian infus albumin sering kali dibutuhkan untuk membantu menstabilkan kondisi.

Pemberian albumin digunakan pada kasus seperti syok hipovolemik, kadar albumin rendah, gagal hati akut, gangguan pernapasan berat (ARDS), dan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir.

Tujuannya adalah membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh agar kondisi pasien membaik. (Banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.