TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kecamatan Kongbeng di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur tengah bersiap melakukan transformasi wilayah secara besar-besaran.
Tidak hanya mengandalkan kelanjutan proyek Bandara Uyang Lahai di Desa Miau Baru, pemerintah kecamatan kini mulai mengintegrasikan pembangunan infrastruktur udara dengan penguatan ekonomi kerakyatan di darat.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan konektivitas yang sedang dibangun benar-benar membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga lokal.
Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menegaskan bahwa arah pembangunan wilayahnya kini harus bersifat menyeluruh, mulai dari ketahanan pangan hingga akses pariwisata.
Baca juga: DSN Group Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Muara Wahau dan Kongbeng
Pihak kecamatan menilai keberadaan bandara akan kurang optimal jika akses pendukung dan potensi lokal tidak dibenahi sejak dini.
Oleh karena itu, penguatan lahan fungsional kini masuk dalam skala prioritas utama.
Pengembangan wilayah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor transportasi udara.
"Kami juga fokus pada penguatan lahan pangan, optimalisasi lahan fungsional, serta peningkatan akses jalan produksi yang menjadi urat nadi petani kita," ujar Petrus Ivung, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Sebelum Tertangkap Pelaku Pembunuhan di Kongbeng Kutim Kabur ke Luar Daerah hingga Ubah Penampilan
Selain infrastruktur dasar, sektor pariwisata menjadi salah satu potensi besar yang ingin dibangkitkan. Berdasarkan pemetaan, terdapat empat titik destinasi wisata potensial di Kecamatan Kongbeng, yakni:
Sayangnya, meski memiliki pesona alam dan budaya yang kuat, pengelolaan aset ini dinilai belum maksimal.
Petrus mengidentifikasi masalah klasik seperti sulitnya akses jalan menuju lokasi sebagai penghambat utama minat wisatawan.
"Potensinya sangat besar, tinggal bagaimana sistem pengelolaannya kita benahi. Perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata menjadi salah satu prioritas kami agar wisatawan nyaman berkunjung," tegasnya.
Ambisi pembangunan ini tentu membawa tantangan tersendiri, terutama terkait dinamika sosial di Kongbeng yang cukup tinggi.
Petrus menyadari bahwa aspek Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) adalah fondasi bagi masuknya investasi.
Guna menjamin rasa aman bagi warga maupun calon investor, Pemerintah Kecamatan Kongbeng mempererat kerja sama dengan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) setempat.
Kamtibmas sangat krusial untuk mendukung iklim pembangunan.
"Kita butuh sinergi agar situasi tetap kondusif, sehingga seluruh rencana pembenahan infrastruktur dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," pungkas Petrus.
Melalui langkah komprehensif ini, Kongbeng diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada sektor pertambangan atau perkebunan skala besar, melainkan mampu mandiri melalui sektor pariwisata dan UMKM yang berbasis pada kekayaan lokal. (*)