Perayaan Imlek 2577 Sulut Disertai Buka Puasa, Umat Khonghucu Santuni Yatim Piatu dan Disabilitas
Alpen Martinus February 23, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT - Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek 2577 Kongzili Provinsi Sulawesi Utara menjadi momen memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama. 

Perayaan ini berlangsung meriah di Graha Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Minggu, 22 Februari 2026 petang.

Graha ini berada di sekitar Wisma Negara Manado atau Rumah Dinas Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wanea, Manado. 

Baca juga: Gubernur YSK Hadiri Imlek 2577 Kongzili, Tekankan Keadilan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

Perayaan Imlek kali ini sarat pesan toleransi dan spirit kerukunan umat beragama.

Panitia mengundang para pemuka enam agama dan pimpinan denominasi gereja yang ada di Sulawesi Utara.

Begitu juga, perwakilan umat beragama. 

Di sela perayaan, umat Muslim yang hadir melaksanakan buka puasa dan salat bersama. 

Perayaan ini juga menjadi momen berbagi. Panitia Perayaan Imlek 2577 Kongzili menyerahkan santunan kepada sejumlah panti asuhan dan panti disabilitas di Manado dan Tomohon. 

Santunan diberikan kepada Panti Tunanetra GMIM Bartimeus Manado; Panti Asuhan Al Ikhwan Kombos; Panti Asuhan Katolik dr Lucas Manado; Panti Disabilitas Sayap Kasih Tomohon dan Panti Asuhan di Bitung. 

Santunan diserahkan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara, H Ulyas Taha; Wali Kota Manado, Andrei Angouw; Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Sulut, Ws Pon Riano Bagy dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Manado, Js Heintje Lintong. 

Perayaan ini juga disertai atraksi lintas budaya.

Tarian Barongsai menjadi pembuka, menyambut para tamu. 

Ada juga hiburan Musik Bambu Klarinet dan Kolintang.

Apa yang istimewa, adalah kolaborasi musik (fushion) antara musik etnik Tionghoan berupa Guzhe dan Erhu dengan Kolintang.

Pesan toleransi semakin kental ketika ibu-ibu Majelis Taklim tampil membawakan Qasidah. 

Acara kian lengkap karena diwarnai penampilan Tarian dari Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (Pakin) dan Vokal Grup Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin). 

Gubernur Yulius Selvanus mengucapkan selamat Imlek 2577 Kongzili untuk umat Khonghucu. Ia mengungkapkan, sebuah sukacita bisa hadir di perayaan itu. 

"Kebersamaan ini mempertegas kerukunan umat beragama di Sulut. Mari kita rawat bersama kehidupan harmoni ini," ujar YSK. 

Ia mengungkapkan, Sulawesi Utara berada di urutan ketiga provinsi paling toleran di Indonesia. 

"Perbedaan jangan jadi pemisah tapi itu menyatukan. Kita jadikan modal untuk membangun," kata gubernur. 

Sebagai simbol apresiasi, umat Khonghucu menyerahkan Patung Kuda Emas kepada Gubernur Yulius Selvanus. 

Ketua Panitia Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Js Heintje Lintong berterima kasih atas kehadiran para tamu. Secara khusus ia berterima kasih kepada Gubernur Sulut, Yulius Selvanus yang boleh bersama. 

"Ini sebuah kehormatan bagi kami. Untuk pertama kalinya, Gubernur Sulut hadir dalam perayaan Imlek," kata Heintje yang notabene Ketua Matakin Manado. 

Katanya, tema perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun ini, Kalau ada keadilan, tiada persoalan kemiskinan. Ini sejalan dengan visi misi pemerintah yang berupaya mensejahterakan masyarakat Indonesia. 

"Tema ini sesuai ajaran Nabi Kongzi. Secara khusus, akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan dan ekonomi diadakan untuk pemberdayaan masyarakat sehingga bisa keluar dari kemiskinan," katanya 

Dilanjutkannya: "Kesejahteraan sejati terwujud ketika pemimpin  berpegang pada kebajikan dan masyarakat hidup benar."

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, H Ulyas Taha mengungkapkan, perayaan Imlek kali ini istimewa karena bertepatan di Bulan Ramadan.

"Kami berterima kasih atas kontribusi umat Khonghucu yang turut membangun dan merawat kerukunan umat beragama di Manado," ujarnya.

Sejumlah tokoh agama hadir dalam perayaan ini. Di antaranya, Rabby Yaakov Baruch; Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa MTh; Pimpinan MUI Sulut; Pimpinan NU dan Muhammadiyah serta organisasi keagamaan lainnya.

Selain itu hadir Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto; Wali Kota Bitung, Hengky Honandar; Tokoh Masyarakat Tionghoa Sulut, Hengky Wijaya, Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus dan Forkompimda lainnya.(NDO) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.