TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tahun pertama kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, juga difokuskan pada penajaman program pada dua sektor krusial, pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menempatkan keduanya sebagai landasan utama untuk melindungi masyarakat dan membangun kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pada sektor kesehatan, program diarahkan pada perluasan akses dan penguatan layanan.
Program Universal Health Coverage (UHC) kini telah menjangkau 200.278 warga Karangasem, memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang lebih luas.
Baca juga: Tahun Pertama Gus Par - Guru Pandu, Karangasem Bali Perkuat Penanganan Sosial dan Pelestarian Budaya
Dukungan layanan darurat juga diperkuat melalui pengadaan Ambulance AGUNG, diikuti rehabilitasi puskesmas dan puskesmas pembantu.
Pemeriksaan kesehatan gratis juga telah menjangkau 82.115 warga.
Penanganan penyakit menular dan kesehatan ibu-anak turut menjadi fokus. Sebanyak 2.419 kasus tuberkulosis berhasil dituntaskan.
Layanan kesehatan bagi 34.986 anak dan ibu hamil direalisasikan, disertai penurunan prevalensi stunting hingga 3,47 persen.
Pada tingkat rumah sakit, peningkatan fasilitas dilakukan melalui rehabilitasi ruang NICU, pembangunan ruang cytotoxic, serta pengadaan alat CT Scan 64 slice yang mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan RI.
Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menekankan, perluasan jaminan kesehatan harus dibarengi dengan mutu layanan yang terus ditingkatkan.
“Perlindungan kesehatan tidak cukup hanya pada kepesertaan. Aksesnya harus mudah, pelayanannya cepat, dan kualitasnya terjaga,” tegasnya.
Dengan fokus pada dua sektor dasar ini, Pemkab Karangasem berharap fondasi pembangunan daerah semakin kokoh.
Pendidikan yang layak dan layanan kesehatan yang merata diyakini menjadi kunci terciptanya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Di sektor pendidikan, pembenahan dilakukan mulai dari ruang belajar hingga fasilitas pendukung sekolah.
Pemkab merealisasikan pembangunan dua paket ruang guru, kepala sekolah, dan tata usaha, serta empat paket sarana-prasarana berikut utilitas pendukungnya.
Tak hanya itu, sebanyak 1.530 unit mebel sekolah disalurkan untuk menunjang kenyamanan belajar.
Perbaikan ruang kelas juga menjadi perhatian, dengan rehabilitasi sedang dan berat pada empat paket ruang kelas serta tiga paket laboratorium.
Pemeliharaan rutin dilakukan di tujuh sekolah, sementara tiga ruang kelas baru dibangun guna menambah daya tampung siswa.
Bupati I Gusti Putu Parwata menilai, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kelayakan lingkungan belajar.
Ia menegaskan, peningkatan fasilitas dilakukan tanpa membedakan wilayah.
“Anak-anak di desa maupun kota harus mendapatkan kualitas layanan pendidikan yang sama. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada proses belajar,” ujarnya. (mit)