POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Langit Kota Pangkalpinang tampak muram sejak pagi. Pukul 08.00 WIB, gumpalan awan kelabu menggantung rendah, seolah memberi isyarat akan turunnya hujan.
Namun hingga siang hari, rintik yang dinanti tak juga jatuh. Udara terasa lembap, angin bergerak pelan, dan suasana kota berjalan seperti biasa meski langit tampak sendu.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (23/2/2026), wilayah Pangkalpinang diprediksi tidak mengalami hujan.
Kondisi cuaca cenderung berawan dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celcius dan tingkat kelembapan mencapai 62–95 persen.
Namun situasi berbeda terjadi di sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Bangka Selatan.
Sementara itu, Bangka Tengah diperkirakan mengalami hujan ringan.
Baca juga: VIRAL! Kronologi ASN BPK Diduga Lakukan Kekerasan ke ART karena Perkara Mematikan Kompor
Baca juga: Detik-detik Mencekam Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, Diduga Dipukul Helm Lalu Tersungkur
Baca juga: Giliran Rumah Bos Timah Asui Mendadak Digeledah Bareskrim, Mobil Mewah dan Aset Digaris Polisi
Warga di dua wilayah ini diimbau untuk lebih waspada, terutama pada sore hingga malam hari ketika potensi hujan umumnya meningkat.
Adapun wilayah Bangka, Bangka Barat, Kota Pangkalpinang, Belitung, dan Belitung Timur diprediksi hanya berawan tanpa potensi hujan signifikan.
Meski demikian, kondisi atmosfer di wilayah Bangka Belitung masih cukup dinamis. BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa titik.
Fenomena ini diprediksi dapat terjadi hingga 24 Februari 2026.
Awan konvektif yang berkembang cepat pada siang hingga malam hari berpotensi memicu hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat.
Situasi ini perlu diwaspadai, terutama di daerah dengan drainase kurang optimal atau wilayah rawan genangan.
Suhu maksimum yang mencapai 32 derajat Celcius membuat udara terasa hangat di siang hari.
Namun kelembapan tinggi hingga 95 persen dapat menimbulkan rasa gerah, terutama ketika angin tidak bertiup kencang.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, perubahan cuaca yang cepat tetap perlu diperhatikan.
Langit yang awalnya hanya berawan bisa saja berubah menjadi hujan dalam waktu singkat, terutama di wilayah selatan dan tengah Pulau Bangka.
Agar aktivitas tetap lancar dan aman, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
Pantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG atau media terpercaya sebelum beraktivitas.
Sediakan payung atau jas hujan, terutama bagi warga Bangka Selatan dan Bangka Tengah.
Waspada angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan lebat.
Periksa saluran air di sekitar rumah, untuk mengantisipasi genangan saat hujan intensitas sedang hingga lebat.
Jaga kondisi tubuh, karena perubahan suhu dan kelembapan tinggi dapat memicu gangguan kesehatan seperti flu atau kelelahan.
Cuaca boleh mendung, namun aktivitas masyarakat tetap berjalan. Dengan kewaspadaan dan persiapan yang matang, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir. (*)