Renungan Harian Katolik Senin 23 Februari 2026, "Domba dan Kambing"
Eflin Rote February 23, 2026 10:19 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Pekan Prapaskah Pertama
Senin, 23 Februari 2026
Bacaan I: Im. 19 : 1-2.11-18
Injil: Mat. 25: 31-46

“Domba dan kambing”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Pekan Prapaskah merupakan waktu yang penuh refleksi dan persiapan spiritual menjelang Paskah.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana tindakan kita terhadap sesama mencerminkan iman kita kepada Allah.

Dalam Imamat, Allah mengingatkan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kasih. Sementara itu, dalam Injil Matius, kita diingatkan tentang tanggung jawab kita terhadap orang-orang di sekitar kita.

Saudari/a terkasih 

Dalam bacaan pertama dari kitab Imamat  (Im. 19:1-2, 11-18) memberikan pedoman moral yang jelas bagi umat Israel untuk hidup dalam hlknim dan keadilan. Allah menginginkan umat-Nya tidak hanya untuk menghindari dosa, tetapi juga untuk aktif dalam melakukan kebaikan.

Allah mengajarkan pentingnya kejujuran, tidak mencuri, dan menjaga hubungan baik dengan sesama. 

Dia menekankan perlunya kasih kepada tetangga, yang mencakup mendengarkan, memahami, dan memberikan bantuan kepada mereka yang dalam kesulitan.

Konsep Cinta menurut Ayat 18 menekankan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Ini adalah inti dari hukum Allah dan merupakan panggilan untuk menciptakan komunitas yang saling peduli.

Dalam Injil Matius, penggambaran Yesus tentang pemisahan antara domba dan kambing mencerminkan bagaimana tindakan baik atau buruk kita kepada sesama akan menentukan hubungan kita dengan Allah.

Domba melambangkan orang-orang yang melakukan kebaikan – memberi makan yang lapar, memberi minum kepada yang haus, dan melawat mereka yang sakit.

Ini menunjukkan bahwa iman yang sejati diaktualisasikan dalam tindakan nyata. Iman dan amal tidak dapat dipisahkan.

Tindakan kasih dan kebaikan merupakan ungkapan dari iman yang hidup. Kita diingatkan untuk tidak hanya percaya tetapi juga bertindak. Poin refleksi kita adalah “Kasih kepada Sesama”: Bacaan dari Imamat menekankan pentingnya kasih sebagai fondasi dalam hubungan kita dengan sesama. Apakah kita telah menunjukkan kasih dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan?

Kita diajak untuk lebih peka terhadap realitas hidup orang lain. “Tanggung Jawab Sosial”: Dalam Injil Matius, Yesus menjelaskan bahwa tindakan terhadap yang terkecil adalah tindakan kepada-Nya sendiri.

Kita semua memiliki tanggung jawab sosial untuk memperjuangkan keadilan dan memberikan pertolongan.

Seberapa jauh kita terlibat dalam kegiatan sosial di komunitas kita? “Orientasi Hidup”: Renungan ini mengajak kita untuk melihat orientasi hidup kita.

Apakah kita terfokus pada diri sendiri ataukah pada pelayanan kepada orang lain? Pertanyaan reflektif ini membantu kita mengevaluasi prioritas dan pilihan hidup yang kita buat setiap hari. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:  pada minggu pertama Prapaskah ini, mari kita berkomitmen untuk membawa kasih dan kebaikan ke dalam tindakan kita.

Dengan menjalani hidup yang berfokus pada pelayanan terhadap sesama, kita tidak hanya memperkuat iman kita, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Kedua, maka dengan demikian, kita menjalani panggilan sebagai domba yang setia, bukan kambing yang terpisah.

Ketiga, semoga lewat renungan ini, kita semakin dekat dengan-Nya dan mampu mewujudkan cinta-Nya dalam tindakan nyata.  Tuhan memberkati kita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.