Kegiatan Belajar Mengajar Siswa di Malinau Selama Ramadan Dibatasi, Maksimal 6 Jam Pelajaran
Junisah February 23, 2026 02:14 PM

‎​TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Selama Ramadan 2026, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di tingkat SD dan SMP wilayah Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dibatasi maksimal enam jam mulai hari ini, Senin (23/2/2026).

‎​Perubahan KBM ini merujuk pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Nomor 420/116/Dikdas/Disdik yang mengatur penyesuaian durasi belajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

‎​Berdasarkan Disdik tersebut, pemerintah daerah menetapkan batas maksimal kegiatan tatap muka hanya 6 jam pelajaran setiap harinya. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SMP/MTs di wilayah Kabupaten Malinau.

‎​Kebijakan ini juga diatur untuk sekolah keagamaan di Kabupaten Malinau. Kepala Kantor Kementerian Agama Malinau, Sapriansyah Alie, menjelaskan jam belajar untuk kegiatan kerohanian juga porsinya lebih banyak.

Baca juga: Jam Belajar Ramadan 2026 Dipangkas 15 Menit, Pelajar Tarakan Mulai Sekolah Pukul 08.00 Wita Besok

‎​"Karena ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB). Jadi anjurannya di sekolah termasuk sekolah keagamaan dianjurkan untuk perbanyak kegiatan keagamaan," ucap Sapriansyah Alie.

‎​Terdapat selisih durasi antara tingkat pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenjang SD/MI, satu jam pelajaran ditetapkan selama 25 menit, sementara untuk jenjang SMP/MTs berlangsung selama 30 menit.

‎​Selain pemangkasan durasi, waktu dimulainya jam pelajaran juga digeser menjadi pukul 08.00 WITA.

‎​"Penyesuaian itu di antaranya, satu mata pelajaran 25 menit untuk SD/MI, kemudian 30 menit untuk SMP/MTs. Tatap muka maksimal 6 jam sehari," ujar Plt Kadisdik Malinau, Francis saat libur awal ibadah puasa Ramadan 2026.

‎​Penerapan jadwal khusus ini dilakukan setelah siswa menjalani libur awal puasa selama tiga hari, yang berlangsung pada 18 hingga 20 Februari 2026 lalu.

Baca juga: Selama Ramadan, Jam Belajar Siswa di Nunukan Lebih Singkat, Khusus Muslim Ikut Pesantren Kilat

‎​Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga efektivitas KBM tanpa mengesampingkan kondisi fisik peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa di Ramadan 2026.

‎​(*)

‎​Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.