Kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Belajar Peternakan Modern Adaptif
Robertus Didik Budiawan Cahyono February 23, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung — Riko Herdiansah tampak antusias menjelaskan soal Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang. Dia begitu fasih menerangkan terkait apa saja yang dipelajari di fakultas itu.

Riko Herdiansah adalah Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang. Di bawah kepemimpinannya, fakultas ini berkomitmen mencetak lulusan profesional, kompeten dan adaptif terhadap perkembangan industri peternakan modern.

Untuk mencapai komitmen tersebut, menurut Riko, telah dirancang kurikulum secara terstruktur dan terintegrasi. 

Sejak semester pertama, mahasiswa sudah dibekali pondasi keilmuan yang kuat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 84 Tahun 2020. 

“Pada semester awal, mahasiswa menempuh paket 20 SKS yang terdiri dari sembilan mata kuliah,” ungkapnya Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Bupati Novriwan Dorong Peternakan Jadi Fokus Utama Warga Tulangbawang Barat

Mahasiswa juga mulai mempelajari mata kuliah dasar keilmuan, salah satunya Pengantar Ilmu Peternakan. Selain mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

Melalui mata kuliah tersebut, lanjut Riko, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar sistem produksi ternak, manajemen usaha peternakan, hingga peran strategis sektor peternakan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Sejak awal perkuliahan, pembentukan karakter, pola pikir ilmiah, dan wawasan profesional menjadi fokus utama.

Saat ini, program studi peternakan didukung oleh sekitar 14 dosen yang mengampu berbagai mata kuliah setiap semesternya. 

Meski belum membagi kurikulum ke dalam konsentrasi atau peminatan tertentu, Fakultas Peternakan menerapkan sistem kurikulum terintegrasi dan komprehensif. 

Seluruh mahasiswa mendapatkan kompetensi menyeluruh di semua aspek utama bidang peternakan.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis. 

Industri peternakan modern membutuhkan lulusan yang adaptif dan mampu memahami sistem usaha secara menyeluruh, mulai dari produksi, manajemen, teknologi, hingga pemasaran.

“Fleksibilitas kompetensi ini membuka peluang besar bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha mandiri. Kami tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Riko.

Lulusan program studi peternakan dipersiapkan untuk mengisi berbagai profil karier, di antaranya sebagai manajer di bidang peternakan, entrepreneur, birokrat atau ASN dan akademisi.

Serta ada juga insinyur peternakan, hingga community leader yang berkontribusi langsung di tengah masyarakat di bidang peternakan.

Prospek kerja lulusan pun dinilai sangat terbuka luas. Sektor peternakan dan industri hewani merupakan kebutuhan dasar yang terus berkembang dan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

Alumni Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang telah bekerja di perusahaan peternakan modern, industri pakan ternak, instansi pemerintah, serta dunia pendidikan. Tak sedikit pula yang sukses merintis usaha sendiri.

Selain pembelajaran teoritis, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan industri. 

Mata kuliah kewirausahaan dan agribisnis peternakan ditujukan untuk membangun jiwa entrepreneur. 

Sementara itu, teknologi reproduksi dan inseminasi buatan menjadi bekal keterampilan teknis dalam bidang pembiakan ternak.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.