Nova.id -Bagi sebagian umat Muslim, ada kondisi tertentu yang membuat puasa Ramadan tidak bisa dijalankan atau tidak sempat diganti hingga Ramadan berikutnya.
Dalam situasi tertentu, kewajiban tersebut bisa diganti dengan membayar fidyah.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara membayar fidyah puasa tahun lalu? Siapa saja yang wajib membayarnya? Berikut penjelasan ringkas dan mudah dipahami.
Fidyah adalah bentuk pengganti ibadah puasa dengan memberi makan orang yang membutuhkan.
Kewajiban ini berlaku bagi orang yang tidak mampu berpuasa karena alasan tertentu dan tidak memungkinkan untuk mengganti puasa di hari lain.
Contohnya:
- Lansia yang sudah tidak kuat berpuasa
- Orang sakit kronis yang kecil kemungkinan sembuh
- Dalam beberapa pendapat, ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi anaknya.
Fidyah bisa dibayarkan:
- Selama bulan Ramadan, atau
- Setelah Ramadan, termasuk untuk puasa yang tertinggal di tahun sebelumnya.
Bagi yang menunda mengganti puasa sampai melewati Ramadan berikutnya, sebagian ulama berpendapat ada kewajiban tambahan berupa fidyah selain qadha (mengganti puasa), tergantung alasan penundaannya.
Umumnya, fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok atau makanan siap santap untuk satu orang miskin untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan.
Besarannya sering disetarakan dengan:
- sekitar 1 porsi makan layak, atau
- setara bahan makanan pokok seperti beras (sekitar ±0,6–0,75 kg, tergantung ketentuan lembaga/daerah).
Jika dikonversi ke uang, nilainya mengikuti harga makanan di daerah masing-masing.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Memberi Makan Langsung kepada Orang yang Membutuhkan
Kamu bisa memasak makanan lalu memberikannya kepada fakir miskin, satu porsi untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
2. Memberikan Bahan Makanan Pokok
Alternatif lain adalah memberikan bahan makanan seperti beras atau sembako dengan jumlah sesuai hari puasa yang tidak dijalankan.
3. Menyalurkan Melalui Lembaga Amil Zakat
Saat ini banyak lembaga zakat resmi yang menerima pembayaran fidyah dalam bentuk uang. Mereka kemudian menyalurkannya kepada yang berhak dalam bentuk makanan.
Cara ini praktis, terutama jika ingin memastikan penyaluran tepat sasaran.
Membayar fidyah adalah solusi bagi Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa dan tidak bisa menggantinya.
Pembayaran bisa dilakukan dengan memberi makan orang miskin, memberikan bahan makanan pokok, atau melalui lembaga resmi.
Yang terpenting, dilakukan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan disertai niat yang benar.