SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, peta kekuatan ekonomi di wilayah selatan Pulau Sumatera menunjukkan persaingan yang semakin dinamis.
Kota Palembang, sebagai ibu kota Sumatera Selatan, terpantau masih memimpin perolehan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibandingkan dengan dua kota utama di Provinsi Lampung, yakni Bandar Lampung dan Metro.
Data PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) menjadi indikator utama untuk mengukur "kekayaan" atau nilai tambah ekonomi yang dihasilkan suatu wilayah dalam satu tahun.
Berikut perbandingan PDRB dari data BPS 2025 dikutip pada Senin (23/2/2026).
Hingga tahun 2025, Kota Palembang tetap kokoh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dengan basis ekonomi yang kuat pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi, nilai PDRB Palembang tercatat Rp 57,498 triliun hingga triwulan 3 Tahun 2025.
Terdiri dari sektor primer sebesar Rp 257,21 miliar.
Kemudian sektor Sekunder Rp 26,884 triliun dan sektor tersier Rp 30,356 triliun.
Sementara itu, Kota Metro di Lampung, meski memiliki cakupan wilayah yang lebih kecil, menunjukkan stabilitas ekonomi yang terjaga dengan PDRB sebesar Rp 2,346 triliun pada triwulan 3.
Terdiri dari sektor primer sebesar Rp 132,52 miliar dan sekunder Rp 551,02 miliar dan sektor tersier Rp 1,662 triliun
Di sisi lain, Kota Bandar Lampung menunjukkan performa yang signifikan sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Sebagai kota dengan PDRB tertinggi di Provinsi Lampung, nilai ekonomi Bandar Lampung tercatat berada Rp 21,724 triliun pada triwulan 3.
Dengan rincian dari sektor tersier Rp 13,551 triliun
Sektor Sekunder Rp 6,8 triliun dan sektor primen Rp 1,3 triliun.
Meski secara total nilai PDRB masih berada di bawah Palembang, Bandar Lampung unggul dalam laju pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa kemaritiman.
Jarak yang dekat dengan Pulau Jawa membuat Bandar Lampung menjadi pusat transit yang sangat prospektif, memberikan tekanan kompetitif bagi Palembang dalam menarik investasi sektor ritel dan properti.
Secara statistik, jika melihat PDRB Per Kapita (pendapatan rata-rata penduduk), Palembang masih memegang keunggulan tipis.
Kekayaan Palembang yang terkonsentrasi pada industri skala besar memberikan angka pendapatan rata-rata yang tinggi bagi warganya.