Bukan Penipuan, Jemaah Umroh di Musi Rawas Gagal Berangkat Karena Pihak Travel Salah Prediksi Harga
Slamet Teguh February 23, 2026 07:32 PM

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terkait kabar warga Musi Rawas yang gagal berangkat umroh menggunakan jasa travel di Lubuklinggau, menurut Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Kuswariansyah, hal tersebut bukanlah penipuan seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menilai persoalan lebih kepada kesalahan prediksi harga oleh pihak travel dalam melihat situasi dan kondisi terkini di Arab Saudi.

"Bukan tertipu sebenarnya. Travel mungkin kurang teliti melihat kondisi terbaru di Arab Saudi. Desember sampai akhir Januari itu high season. Setelah itu menyambut Ramadan, harganya tentu berbeda dan cenderung naik,” kata Kuswariansyah, Senin (23/2/2026). 

Ia menjelaskan, pada periode high season hingga menjelang Ramadan, harga tiket pesawat, hotel, dan layanan lainnya mengalami kenaikan signifikan.

Sementara itu, travel diduga telah membuka harga paket lebih rendah dari harga riil yang berlaku saat ini.

“Dengan prakiraan yang kurang tepat, harga dibuka lebih murah dari kondisi sekarang. Sementara jemaah taunya harga sudah ditentukan dan harus berangkat. Padahal harga saat ini sudah tinggi,” jelasnya.

Kuswariansyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak semata-mata tergiur harga murah saat memilih travel umrah.

Menurutnya, harga murah belum tentu menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan ibadah.

“Kami terus mengedukasi masyarakat, murah itu belum tentu aman. Jangan hanya bandingkan harga. Lihat juga hotelnya di mana, naik pesawat apa, transit atau tidak, dan fasilitas lainnya,” katanya.

Baca juga: Meski Belum Ada Laporan Resmi, Polres Lubuklinggau Bergerak Tangani Kasus Dugaan Penipuan Umroh

Baca juga: Kanwil Haji & Umrah Sumsel Sebut Belum Ada Laporan Resmi Terkait Dugaan Penipuan Umroh di Musi Rawas

Ia menambahkan, tidak jarang calon jemaah berkeliling ke beberapa travel untuk mencari harga paling rendah tanpa mempertimbangkan aspek layanan dan legalitas secara menyeluruh.

Terkait tudingan penipuan yang beredar di media sosial, Kuswariansyah menilai narasi tersebut terlalu menyudutkan.

Berdasarkan pengetahuannya, travel yang bersangkutan memiliki izin resmi dan tidak memiliki niat untuk menipu jemaah.

“Setahu saya travel tersebut berizin. Tidak mungkin mereka mempertaruhkan izin dan nama baik usaha untuk hal seperti itu. Ini lebih kepada salah prediksi dalam menentukan harga,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan cermat sebelum mendaftar umrah, termasuk memastikan hotel sudah dibooking, tiket pesawat telah dibeli, serta memahami proses penerbitan visa.

“Visa itu harus sudah ada booking hotel baru bisa keluar. Tapi dengan adanya umrah mandiri, ada juga yang disalahgunakan, misalnya overstay. Itu bisa berdampak pada pihak yang mengeluarkan visa diblokir, dan efeknya ke jamaah lain yang menggunakan jasa tersebut,” ungkapnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.