Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sejumlah guru ASN di Kabupaten Timor Tengah Utara belum menerima dana tunjangan profesi triwulan tiga tahun 2025. Hak para Guru ASN tersebut belum dibayar kendati sudah memasuki tahun 2026.
Mirisnya, para guru ASN tersebut semestinya dalam proses menerima tunjangan profesi Triwulan I pada tahun 2026. Namun, hingga saat ini dana tersebut tak kunjung terealisasi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosep Frent Omenu mengatakan, sejak tahun 2025 lalu, pembayaran tunjangan profesi Guru ASN dilakukan langsung oleh Kemendikdasmen RI. Hal ini dilakukan apabila Surat Keputusan (SK) Tunjangan Profesi (TP).
"Tapi mungkin ada yang terlambat valid. Mungkin ada yang datanya terlambat sehingga belum dibayarkan," ujarnya, Senin (23/2).
Pihaknya, kata Frent, hanya membantu melakukan verifikasi saja. Sementara proses pembayaran dilakukan langsung oleh Kemendikdasmen. Pembayaran tunjangan profesi ini dikirim langsung oleh Kemendikdasmen RI ke rekening para guru ASN. Kemungkinan, beberapa data Guru ASN terlambat valid sehingga belum dicairkan dana tersebut.
Ia menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi guru ASN ini dilaksanakan langsung oleh Kemendikdasmen. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak mengetahui secara pasti jumlah guru yang belum dicairkan dana tunjangan profesi mereka.
"Di data kami (Dinas P dan K Kabupaten TTU) Surat Keputusan Tunjangan Profesi terbit. Tetapi ada terlambat (terbitnya)," ucap Frent.
Sampai saat ini, lanjutnya, para guru ASN tersebut belum menyampaikan keluhan ihwal belum dicairkannya dana tunjangan profesi tersebut. Dalam upaya menindaklanjuti hal ini, pihaknya bakal membangun komunikasi dengan Kemendikdasmen RI ihwal persoalan ini. Walaupun demikian, Frent mengaku bingung dengan respon dari pihak Kemendikdasmen yang terkesan sangat lambat memberikan respon.
Ia mengaku menyesalkan hal tersebut. Terkadang, berbagai kendala yang disampaikan dalam grup WhatsApp tersebut selalu mendapatkan respon yang sangat lamban. Frent menegaskan bahwa, pihaknya akan membangun komunikasi ihwal belum dibayarkannya tunjangan profesi Guru ASN di Kabupaten TTU ini melalui Grup WhatsApp tersebut.
"Saya berharap Kemendikdasmen responnya cepat. Entah mungkin pelayanan terhadap satu Indonesia atau seperti apa," pungkasnya. (bbr)