Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tumpukan kayu sisa banjir bandang di dekat jembatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang terbakar, Senin (23/2/2026).
Kayu yang terbakar merupakan kombinasi antara bekas rumah yang hancur dan pepohonan yang tumbang akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Tumpukan kayu ini berada persis di tepi sungai Tamiang yang dulunya merupakan areal perkebunan kelapa sawit.
Plt Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Aceh Tamiang, Ilham Malik mengatakan titik api ini diketahui setelah warga melapor ke pihaknya. Sebanyak tiga armada langsung dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
"Lokasi kebakaran merupakan lahan yang dipenuhi tumpukan kayu kering, sisa banjir bandang," kata Ilham melalui Plt Kabid Damkar, Doni Indrawan.
Diduga kuat, kobaran api berasal dari aktivitas warga membakar sampah.
Akibat tidak diawasi, tanpa disadari api membesar hingga merembet ke sisi kiri dan kanan.
Doni mengatakan proses pemadaman tidak begitu berat, hanya saja dibutuhkan waktu lebih panjang untuk pendinginan.
Hal ini disebabkan tumpukan kayu sudah mengering dampak suhu tinggi.
Faktor cuaca ini diakui Doni memperburuk situasi dan rentan memicu kebakaran.
Beruntung dalam musibah ini tidak merenggur korban jiwa.
Baca juga: Lumpur dan Kayu Solusi Pasca Bencana di Aceh
"Untuk korban luka ataupun jiwa nihil, situasi di lokasi kejadian sudah berhasil diatasi," ungkap Doni.
Dalam kesempatan itu pihak Damkar mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan bila ingin membersihkan lingkungan pascabanjir.
Proses pembersihan dengan cara dibakar membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak menjadi titik awal musibah kebakaran. (*)