Penyesalan Terlambat: Purbaya Tetap Blacklist Permanen Meski Tyas Alumnus LPDP Sudah Minta Maaf
jonisetiawan February 24, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang polemik yang menyeret nama alumnus awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas akhirnya berujung pada permintaan maaf terbuka. Setelah unggahannya tentang status kewarganegaraan anak menuai kecaman luas, Dwi memilih menyampaikan klarifikasi sekaligus penyesalan melalui akun Instagram pribadinya, @sasetyaningtyas.

Unggahan itu menjadi titik balik setelah publik ramai menilai pernyataannya menyentuh isu sensitif: identitas kebangsaan dan relasi moral antara negara dan penerima beasiswa.

Permintaan Maaf Terbuka: Mengakui Luka yang Timbul

Dalam pernyataannya, Dwi secara eksplisit meminta maaf kepada masyarakat atas kalimat yang sebelumnya ia unggah dan memicu kegaduhan.

Baca juga: Wamendikti Stella Christie Sebut Kasus Tyas Alumnus LPDP Adalah Bentuk Kegagalan Moral Sejak Dini

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat 'Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan itu lahir dari kondisi emosional yang sedang ia alami sebagai individu dan sebagai warga negara.

"Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama," jelasnya.

Mengakui Kesalahan dan Dampak di Ruang Publik

Dwi juga secara terbuka mengakui bahwa kalimat yang ia gunakan tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas kewarganegaraan Indonesia.

"Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," tuturnya.

KONTROVERSI AWARDEE LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, aktivis sosial dan juga awardee LPDP
KONTROVERSI AWARDEE LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, aktivis sosial dan juga awardee LPDP (Tribun Trends/DOK. Instagram pribadi Dwi Sasetyaningtyas)

Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari warganet menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri.

Menurut Dwi, pengalaman ini menjadi momentum untuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

"Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan," tegasnya.

Respons LPDP: Kewajiban Selesai, Etika Dipertanyakan

Di tengah permintaan maaf tersebut, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut menyampaikan sikap resmi. LPDP menyatakan bahwa Dwi, sebagai awardee tahun 2017, telah menyelesaikan masa pengabdiannya sesuai ketentuan.

Namun demikian, LPDP menyayangkan tindakan Dwi yang dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang selama ini ditanamkan kepada para penerima beasiswa.

Baca juga: Sindiran Purbaya untuk Dwi Sasetyaningtyas Alumnus LPDP yang Ogah Anaknya Jadi WNI: Dia Akan Nyesal

Babak Baru: Suami DS dan Kewajiban yang Belum Tuntas

Polemik ini kemudian melebar ketika perhatian publik beralih pada suami Dwi, Arya Pamungkas (AP), yang juga merupakan awardee LPDP jenjang S2 dan S3.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktur Utama LPDP, Sudarto, telah melakukan komunikasi langsung dengan Arya.

Menurut Purbaya, Arya diduga belum menuntaskan kewajiban masa pengabdian sebagaimana diatur, yakni selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

"Dan dia (Arya) sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai oleh LPDP. Jadi termasuk bunganya loh," terang Purbaya dalam Konferensi Pers APBNKITA Edisi Februari 2026, dalam siaran di YouTuber Kementerian Keuangan, Senin (23/2/2026).

Sanksi Tegas: Blacklist dari Lingkungan Pemerintahan

Tak berhenti di situ, Purbaya menyampaikan sikap keras pemerintah terhadap polemik yang terjadi. Ia menegaskan akan menjatuhkan sanksi blacklist kepada Dwi sebagai alumnus LPDP yang viral akibat pernyataannya.

"Kalau gitu nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk," tegas Purbaya.

Dengan pemberlakuan sanksi tersebut, Dwi dipastikan tidak dapat bekerja di lingkungan pemerintahan Indonesia.

Baca juga: Purbaya Perintahkan Tyas Alumnus LPDP Kembalikan Beasiswa Plus Bunga: Kembalikan Setiap Rupiahnya

Pesan Terakhir Menkeu: Kritik Boleh, Menghina Negara Jangan

Dalam penutup pernyataannya, Purbaya menyampaikan pesan tegas yang ditujukan tidak hanya kepada DS, tetapi juga kepada penerima beasiswa LPDP lainnya.

"Kalau enggak patriotis enggak apa-apa tapi jangan menghina negara deh. Itu saya ngingatkan kepada teman-teman yang lain dari LPDP dan saya pastikan yang ini akan di-blacklist betulan dengan serius ya," ucap Purbaya.

Polemik ini pun menjadi pelajaran besar tentang batas antara ekspresi pribadi dan tanggung jawab publik, serta tentang amanah negara yang melekat pada setiap penerima beasiswa bahkan setelah kewajiban formal dinyatakan selesai.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.