TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Selasa 24 Februari 2026.
Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Selasa 24 Februari 2026 merupakan HARI SELASA PEKAN I PRAPASKAH, Santo Montanus dan Lucius dkk, Martir, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 24 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 24 Februari 2026, Doa yang Benar
"Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki."
Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru-seru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong: wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Bait Pengantar Injil Matius 4:4b
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Bacaan Injil Matius 6:7-15
"Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa."
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.”
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Doa yang Lahir dari Hati"
Renungan Katolik Hari Ini: Doa Bukan Banyak Kata, Tapi Hati yang Percaya
Dalam Renungan Katolik Hari Ini, kita merenungkan ajaran Yesus tentang doa yang sangat mendasar namun sering disalahpahami.
Dalam bacaan Renungan Injil Harian dari Matius 6:7–15, Yesus mengingatkan para murid agar tidak berdoa dengan bertele-tele seperti orang yang mengira doanya didengar karena banyaknya kata. Sebaliknya, Yesus memberikan doa yang paling dikenal dalam tradisi iman: doa Bapa Kami.
Bagian Injil ini sangat penting dalam kehidupan Renungan Katolik Harian, karena menyentuh inti relasi kita dengan Allah: bukan soal teknik, bukan soal panjang pendek doa, tetapi soal kepercayaan anak kepada Bapa.
Banyak orang merasa doa harus panjang agar “sah”. Ada juga yang merasa doanya kurang bagus karena tidak pandai merangkai kata. Injil hari ini membebaskan kita: doa sejati tidak diukur dari retorika, tetapi dari relasi.
Tuhan Sudah Tahu, Mengapa Kita Masih Perlu Berdoa?
Dalam Renungan Katolik Selasa ini, ada satu kalimat kuat dari Yesus:
“Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepada-Nya.”
Pertanyaannya: kalau Tuhan sudah tahu, mengapa kita masih perlu berdoa?
Jawabannya bukan karena Tuhan butuh informasi tetapi karena kita butuh relasi.
Doa dalam Renungan Katolik Hari Ini bukan laporan kebutuhan, melainkan:
pembukaan hati
penyerahan diri
persekutuan kasih
kepercayaan anak kepada Bapa
Seperti seorang anak tetap berbicara kepada orang tuanya meski orang tua sudah tahu kebutuhannya demikian juga doa. Doa membangun kedekatan, bukan sekadar menyampaikan daftar permintaan.
Bahaya Doa yang Menjadi Formalitas
Dalam banyak praktik Renungan Katolik Harian, ada risiko doa berubah menjadi rutinitas kosong. Kata diucapkan, tetapi hati jauh. Bibir bergerak, tetapi jiwa tidak hadir.
Yesus memperingatkan tentang doa yang “bertele-tele”. Maksudnya bukan jumlah kata, tetapi sikap hati yang mengira doa adalah teknik memaksa Tuhan.
Tanda doa yang menjadi formalitas:
diucapkan terburu-buru
tanpa kesadaran
tanpa keheningan
tanpa penyerahan
tanpa niat mengubah hidup
Renungan Injil Harian hari ini mengajak kita memeriksa:
Apakah doa saya masih percakapan atau hanya kebiasaan?
Doa Bapa Kami: Struktur Doa yang Menata Jiwa
Dalam Renungan Katolik Hari Ini, Yesus tidak hanya mengoreksi Ia mengajar. Ia memberi pola doa yang sempurna: Bapa Kami.
Menariknya, urutannya bukan dimulai dari kebutuhan manusia, tetapi dari Allah:
Bagian pertama -Terarah kepada Allah
Dikuduskanlah nama-Mu
Datanglah Kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu
Doa Kristen selalu mulai dari Allah, bukan dari kecemasan kita.
Bagian kedua Kebutuhan manusia
Berilah kami rezeki
Ampuni kami
Bebaskan kami dari yang jahat
Ini mengajar kita bahwa dalam Renungan Katolik Harian, prioritas rohani mendahului kebutuhan materi.Buku Doa
Pengampunan: Syarat yang Tidak Bisa Dilewati
Dalam bagian akhir bacaan Renungan Injil Harian, Yesus memberi penekanan sangat tegas:
kita diampuni sebagaimana kita mengampuni.
Ini bukan ancaman, melainkan hukum rohani. Hati yang menutup diri dari mengampuni akan sulit menerima rahmat.
Doa yang benar:
melembutkan hati
menurunkan ego
memperlambat amarah
membuka belas kasih
menumbuhkan kepercayaan
Jika setelah berdoa kita tetap keras, mungkin kita mengucapkan doa — tetapi belum masuk ke dalam doa.
Cara Praktis Menghidupi Injil Hari Ini
Agar Renungan Katolik Harian ini tidak berhenti sebagai bacaan, lakukan latihan sederhana:
Doakan Bapa Kami dengan Lambat
Berhenti di setiap kalimat. Resapi.
Pilih Satu Frasa yang Menyentuh
Misalnya: “Jadilah kehendak-Mu.”
Terapkan Sepanjang Hari
Saat rencana berubah → ingat frasa itu.
Ampuni Satu Orang Hari Ini
Walau kecil. Walau diam.
Ini membuat Renungan Injil Harian menjadi nyata.
Doa Pendek yang Dalam Lebih Kuat dari Doa Panjang yang Kosong
Tradisi rohani Gereja mengenal doa singkat yang diulang dengan sadar. Bukan banyak kata tetapi kedalaman.Khotbah Matius
Contoh:
“Tuhan, kasihanilah aku.”
“Jadilah kehendak-Mu.”
“Yesus, aku percaya.”
Dalam praktik Renungan Katolik Hari Ini, doa sederhana yang lahir dari hati sering lebih mengubah jiwa daripada doa panjang yang mekanis.
Keheningan: Bagian Penting dari Doa
Doa bukan hanya berbicara tetapi juga mendengarkan.
Banyak orang gagal mengalami kedalaman doa karena tidak memberi ruang hening. Dalam Renungan Katolik Harian, keheningan adalah tempat Sabda meresap.
Coba:
2 menit diam setelah doa
tidak menambah kata
hanya hadir
Di sanalah relasi tumbuh.
Doa sebagai Nafas Iman Sehari-hari
Renungan Katolik Selasa ini mengajak kita melihat doa bukan sebagai kewajiban tambahan, tetapi nafas iman.
Tanpa doa:
iman melemah
harapan menipis
kasih mendingin
Dengan doa:
hati diteguhkan
arah diluruskan
jiwa dihidupkan
Karena itu Renungan Katolik Hari Ini selalu kembali ke dasar: berdoalah — dengan hati.
Doa Penutup
Bapa yang penuh kasih,Sejarah Gereja Katolik
ajarilah kami berdoa dengan hati yang percaya,
bukan sekadar kata yang banyak.
Lembutkan hati kami agar mudah mengampuni,
dan mampukan kami hidup sesuai kehendak-Mu.
Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).