Jalan di Musi Rawas Rusak Parah, 2 Desa Terisolir Hingga Warga Sakit Meninggal Saat Menuju RS
Odi Aria February 24, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS– Dua desa di kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) di Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, yakni Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya, terisolir selama hampir empat bulan terakhir akibat jalan rusak parah yang menjadi satu-satunya akses warga.

Kondisi jalan yang rusak berat membuat kendaraan roda dua hingga roda enam tidak dapat melintas hingga saat ini, Selasa (24/1/2026).

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh, pasokan sembako terganggu, harga kebutuhan pokok melonjak, dan hasil perkebunan seperti sawit serta buah-buahan banyak yang membusuk sebelum sempat dijual.

Kepala Desa Sindang Laya, Thamrin Tarius, menceritakan peristiwa tragis yang menimpa warga akibat kondisi jalan tersebut.

Saat hendak membawa seorang warga sakit menggunakan mobil bak terbuka, kendaraan terjebak di jalan rusak. Akibatnya, warga yang sakit tersebut meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.

“Sekitar empat bulan terakhir ini, kondisi jalan kami tidak bisa dilalui. Aktivitas warga lumpuh total, hasil perkebunan membusuk sia-sia. Bahkan ada warga yang sakit meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit,” ungkap Thamrin saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPRD Musi Rawas.

Akses jalan utama warga Sindang Laya melewati jalan perkebunan PT Musi Hutan Persada (MHP) hingga ke jalan nasional, jaraknya hanya sekitar 7 kilometer.

Namun, kondisi rusak membuat warga membutuhkan berhari-hari untuk menembus akses tersebut, bahkan harus bermalam di jalan.

Kades Mukti Karya, Mulyadi, menambahkan bahwa isolasi desa mereka juga berdampak pada ketersediaan sembako.

Harga beras naik hingga Rp25.000 per kilogram dan gas LPG 3 kg mencapai Rp80.000, sementara beberapa barang tidak tersedia sama sekali.

Selain itu, hasil perkebunan warga tidak bisa diangkut karena jalan rusak, dan mereka terpaksa menginap di jalan selama 3-4 hari sehingga hasil kebun seperti sawit dan semangka banyak yang busuk.

“Akibat jalan rusak ini, program Bupati Musi Rawas dan Presiden seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terhambat. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lain untuk memperbaiki akses jalan, minimal pengerasan dulu, supaya ekonomi masyarakat kembali berjalan,” ujar Mulyadi.

Kedua kepala desa menekankan bahwa upaya pemerintah desa sebelumnya untuk mengajukan proposal perbaikan jalan ke pihak perusahaan maupun pemerintah daerah belum membuahkan hasil.

Mereka berharap DPRD Musi Rawas, dinas terkait, dan PT MHP segera mengambil tindakan agar akses vital bagi masyarakat kembali normal dan kehidupan ekonomi serta sosial masyarakat dapat pulih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.