TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang mengungkap munculnya ibu kandung dari bayi yang dibuang di Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Bangkinang, Firdaus Pratama Sabri mengatakan, ibu kandung bayi itu datang langsung ke rumah sakit.
Wanita itu didampingi ibunya atau nenek dari bayi yang sedang dirawat di RSUD Bangkinang.
"Ibu kandung bayi itu dan neneknya sudah berkomunikasi beberapa kali dengan RSUD," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (24/2/2026).
Ia mengungkap ibu kandung itu meminta bayinya kembali.
"Orangtuanya datang mau mengambil (bayi itu). Mungkin menyesal karena sudah membuang," ujarnya.
Menurut dia, kemunculan ibu kandung bayi itu saat calon orangtua asuh hampir didapatkan.
Bahkan pihaknya mendapat informasi, ada tiga atau empat calon orangtua asuh.
Oleh karena kemunculan ibu atau keluarga kandungnya, ia mengatakan, asesmen orangtua asuh bayi itu dihentikan.
Hak asuh lebih kuat kepada orangtua kandung.
Baca juga: Polres Siak Bersih-Bersih Internal, 55 Personel Tes Urine Mendadak: Begini Hasilnya
Baca juga: Banyak Program Bantuan Pusat Harus Dikejar Pemprov Riau Sebagai Pengganti Pemotongan TKD
Kendati demikian, rumah sakit tidak dapat memenuhi permintaan itu begitu saja.
Keluarga mesti mengikuti prosedur sebelum mendapatkan bayi itu kembali.
Pihaknya meminta orangtua bayi itu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kampar. Dinas Sosial kemudian menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian.
"Sekarang pihak kepolisian sedang melakukan tes DNA," katanya. Pihaknya masih menunggu proses di Dinsos dan Kepolisian Resor Kampar.
Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kampar, Agustar mengungkap pihak yang mengklaim itu mengaku sebagai nenek.
"Ada yang mengaku nenek. Ibu dari ibu kandung bayi itu," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (23/2/2026).
Ia mengatakan, ibu kandung bayi itu belum muncul. Pihak Dinsos mempertanyakan keberadaan ibu kandung. "Katanya ibu kandungnya takut," katanya.
Berbeda saat di RSUD Bangkinang. Ibu kandungnya disebut datang langsung.
Agustar mengatakan, orang yang mengaku sebagai nenek itu datang dari Kabupaten Indragiri Hilir. "Yang mengaku keluarga sebagai nenek mau mengambil bayi itu," ungkapnya.
Nenek itu mengaku putrinya korban hubungan terlarang saat kuliah di Batam, Kepulauan Riau.
Putrinya menjalin hubungan dengan seorang pria asal Medan, Sumatera Utara.
Hubungan itu berjalan sampai putrinya hamil dan melahirkan di luar nikah. Pria itu tidak bertanggung jawab.
"Karena kesal kepada laki-laki itu, jadi ibu kandungnya membuang bayi itu," katanya.
"Ibu kandungnya mengaku ke keluarga sudah membuang bayi itu," ungkapnya. (Fernando Sihombing)