BANJARMASINPOST.CO.ID- Tadarus atau membaca Al-Quran di masjid usai shalat tarawih berjamaah adalah sebuah aktifitas yang rutin mewarnai setiap bulan suci Ramadan. Satu juz terselesaikan setiap malam dan pada malam akhir Ramadan maka khatam 30 juz.
Tadarus berlangsung sekitar satu jam. Dimulai pukul 21.00 dan berakhir pada 22.00 Wita.
Tidak hanya di masjid, tadarus juga dapat dilakukan di lingkup yang lebih kecil yaitu keluarga. Waktunya bisa kapan pun mau.
Membaca Al-Qur'an, berarti membaca wahyu-wahyu Allah. Tentunya wahyu-wahyu tersebut merupakan seruan untuk berbuat baik.
Baca juga: Sejumlah Lifter Kalsel Tetap Menjalani Program Latihan Selama Bulan Ramadan, Jaga Kebugaran Tubuh
Sayang sekali jika kita melewatkan begitu saja kesempatan yang hanya datang setahun sekali ini. Taburan pahala yang membawa diri kita menjadi lebih baik, lebih bertakwa.
Ya, dalam salah satu hadits, nabi mengatakan, amalan atau ibadah sunah yang dilakukan selama Ramadhan maka pahalanya sama dengan ibadah wajib.
Dan menunaikan ibadah wajib, pahalanya 70 kali dari ibadah wajib yang dilakukan di luar Ramadhan. Subhanallah.
Ada penyelamat umat Islam di hari kiamat yakni melalui syafaat dua ibadah yaitu puasa dan Al-Qur'an. Sebab itu jaga puasa Anda dan rajinlah membaca kitab suci.
Hadits riwayat Ahmad dan Thabrani, bahwa Rasulullah bersabda; "Puasa dan Al Quran akan memberi syafaat (pertolongan) pada seorang hamba di hari kiamat."
Puasa berkata: "Ya Tuhanku, karena aku orang tersebut menahan makanan dan syahwat. Berilah syafaat bagiku untuknya."
Al-Qur'an juga berkata: "Ya Tuhanku, karena aku orang tersebut menahan tidak tidur di malam hari. Berilah syafaat bagiku untuknya."
Tadarus atau membaca Al Quran di masjid selama Ramadhan sudah dilaksanakan di masa khalifah Umar. Sebagaimana diriwayatkan dari Abi Ishaq al-Hamdani berikut:
"Ali bin Abi Thalib keluar di awal Ramadan, lentera dinyalakan dan kitab Allah dibaca di masjid-masjid. Ali berkata: Semoga Allah menerangimu, wahai Umar dalam kuburmu, sebagaimana engkau telah menerangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur'an," (Riwayat Ibnu Syahin).
Fayruz, warga Sungai Rancah, Banjarbaru, mengatakan, tadarus sudah menjadi tradisi malam Ramadhan di kampungnya. Bahkan dua musala dan satu masjid tak pernah sepi dari lantunan ayat Al Quran selepas shalat.
"Sebagaimana biasa, setelah tarawih lanjut tadarus. Ada beberapa jamaah duduk berkeliling membaca bergantian," ujarnya.
Tadarus berlangsung sekitar satu jam. Dimulai pukul 21.00 dan berakhir pada 22.00 Wita. Satu juz terselesaikan setiap malam dan pada malam akhir Ramadhan maka khatam 30 juz.
Tidak hanya di masjid, tadarus juga dapat dilakukan di lingkup yang lebih kecil yaitu keluarga. Waktunya bisa kapan pun mau.
Ichsan, warga Loktabat, Banjarbaru, mengatakan, ia juga bertadarus di rumah bersama keluarga. Mereka membaca bersama dan saling menyimak ayat-ayat Al-Qur'an.
"Berusaha memahami ayat yang dibaca, melalui terjemahan dan tafsir. Bertadabur atau mencermati dan merenungkan maknanya," ujarnya.
Tak lupa untuk saling mengingatkan dan mempraktikan pesan dan pelajaran yang didapat dari tadabur ayat.
Baca juga: Aktivitas Ramadan 2026 Bintang UFC: Ankalaev, Khabib dan Chimaev Puasa, Umrah, dan Persiapan UFC 313
Roby, warga Guntung Paring, Banjarbaru, mengungkapkan, semakin rajin membaca Al Quran, juga akan terhindar dari perbuatan yang buruk.
"Ada pengingat diri, agar kita selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk," ujarnya.
Dengan begini, kita sebagai manusia, insya Allah dalam hal akhlak akan semakin baik seiring waktu.
"Kita yang rajin membaca Al-Quran akan menjadi semangat, karena wahyu-wahyu dari Allah membawa ketenangan dan membuat kita menjalani hidup dengan penuh percaya diri," tandas Roby. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)