Angkat Kreativitas dari Barang Bekas, Bagarakan Sahur 2026 Siap Menggema di HST
Ratino Taufik February 24, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Semarak Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dipastikan kembali bergelora. 

Tradisi khas daerah, Lomba Bagarakan Sahur, akan kembali digelar dan menjadi panggung kreativitas warga dalam membangunkan sahur dengan irama unik dari barang bekas dan bahan alam. 

Event tahunan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Disporabudparekraf ini dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Maret 2026 di Halaman Balai Rakyat Barabai. 

Kepala Disporabudparekraf HST, Muhammad Ramadlan melalui Kabid Kebudayaan, Muayyad, kepada Banjarmasinpost.co.id, selasa, (24/02/2026) menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap lomba ini selalu tinggi setiap tahunnya. Karena itu, jumlah peserta dibatasi hanya 40 grup.

“Peserta maksimal 40 grup, masing-masing terdiri dari 5 sampai 10 orang dan wajib merupakan warga HST,” ujarnya.

Pendaftaran resmi dibuka mulai 24 Februari hingga 4 Maret 2026. Panitia juga akan menggelar temu teknis pada 4 Maret untuk menjelaskan detail aturan dan sistem penilaian.

Baca juga: Inspeksi Langsung ke Pasar Satgas Pangan HST Kawal Stabilitas Harga, Cegah Penimbunan Selama Ramadan

Yang menarik, seluruh peserta diwajibkan menggunakan alat musik dari barang bekas maupun bahan alam seperti galon, panci, atau bambu. 

Aturan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mendorong kreativitas sekaligus kampanye pemanfaatan barang bekas agar bernilai seni.

“Tidak diperbolehkan menggunakan bahan yang mudah pecah seperti botol atau kaca demi keamanan bersama,” tegas Muayyad.

Selain gengsi dan kebanggaan, total hadiah jutaan rupiah juga disiapkan panitia. Juara pertama akan membawa pulang trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta. 

Sementara juara kedua dan ketiga masing-masing menerima Rp3 juta dan Rp2 juta. Panitia juga menyediakan hadiah untuk juara harapan satu, dua, dan tiga.

Bagarakan sahur sendiri merupakan tradisi membangunkan warga untuk sahur dengan bunyi-bunyian khas yang dimainkan secara berkelompok. 

Di HST, tradisi ini berkembang menjadi pertunjukan kreatif dengan aransemen ritmis dan koreografi yang atraktif.

Dengan kembali digelarnya lomba ini, Ramadan di HST bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum merawat tradisi dan mempererat kebersamaan masyarakat.

Bagi warga yang ingin mendaftar, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung panitia di nomor 0812 9324 1285 (Na’im) dan 0819 5320 2875. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.