TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Aksi balap liar semakin marak dan sering terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya selama bulan Ramadan. Di media sosial, beredar sejumlah video yang memperlihatkan aksi kebut-kebutan sepeda motor di jalan umum.
Di antaranya di kawasan Jalan Garuda, yang kerap berlangsung sejak tengah malam hingga waktu sahur.
Aktivitas tersebut menuai perhatian warga karena tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu masyarakat yang hendak beristirahat maupun menjalankan ibadah.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendorong, aparat kepolisian untuk melakukan penindakan tegas terhadap aksi balap liar yang dinilai semakin sering terjadi, khususnya selama bulan suci Ramadan 2026.
Menurut Fairid, penggunaan jalan umum sebagai arena balapan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi karena berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan mengancam keselamatan banyak pihak.
Ia menilai, suara knalpot bising serta kecepatan kendaraan yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu ketenangan lingkungan, tetapi juga berpotensi mencelakai pelaku balap liar maupun masyarakat sekitar.
“Jalan raya bukan tempat untuk adu kecepatan. Aktivitas seperti ini membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Fairid menegaskan, langkah penertiban perlu dilakukan secara konsisten agar aksi serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Ketertiban harus dijaga, apalagi di bulan Ramadan 2026, supaya warga bisa beristirahat dan menjalankan ibadah dengan aman dan tenang,” katanya.
Baca juga: Polsek Pahandut Gencarkan Patroli Cegah Balap Liar Jelang Ramadhan
Baca juga: Faktor Balap Liar di Palangka Raya, untuk Anak Sekolah hingga Beli Knalpot Racing Karena Sayang
Ia juga menyoroti keterlibatan remaja, termasuk pelajar di bawah umur, dalam aksi balap liar tersebut. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan peran aktif keluarga, terutama orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari.
Terlebih, balap liar kerap terjadi pada jam-jam rawan ketika pengawasan mulai longgar.
Fairid berharap, melalui penindakan tegas dari kepolisian serta dukungan dan kesadaran bersama dari masyarakat, aksi balap liar di Kota Palangka Raya dapat ditekan sehingga situasi kota tetap kondusif selama Ramadan.