Selama Ramada 2026 Siswa di Tana Tidung Tetap Dapat MBG, Menunya Tempe Orek Pakai Kantong Plastik
Junisah February 24, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara tetap berjalan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. 

Namun, terdapat penyesuaian pada jenis menu maupun teknis penyalurannya selama bulan Ramadan dan menjadi pembeda di hari-hari biasanya.

Pantauan TribunKaltara.com saat penyaluran di SMA Negeri 1 Tana Tidung yang menjadi salah satu penerima manfaat MBG terlihat siswa tetap antusias menerima menu yang diberikan walaupun sajian yang ada tidak seperti saat sebelum Ramadan 1447 Hijriah.

Diketahui penyaluran MBG di wilayah Kabupaten Tana Tidung sendiri baru berjalan di Kecamatan Sesayap Hilir, sedangkan di kecamatan lainnya masih menunggu proses rampung dapur SPPG.

Baca juga: Wali Murid di Tanjung Selor Keluhkan Menu MBG Ramadan, Hanya Roti, Telur, Kacang dan Kurma 3 Biji

Kepala SPPG Sesayap Hilir, Junianto, mengatakan selama Ramadan 2026 pihaknya menggunakan menu kering agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Selama Ramadan penyaluran MBG tetap berjalan. Kami menyesuaikan dengan menu kering supaya bisa dibawa pulang dan tahan sampai waktu berbuka,” ujar Junianto kepada TribunKaltara.com, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam satu paket menu kering tersebut berisi telur rebus, roti abon, tempe orek kering, serta kurma dan di hari sebelumnya juga disertakan susu.

“Untuk isiannya ada telur rebus, roti abon, tempe orek kering. Hari ini pakai kurma, kemarin pakai susu. Jadi memang berbeda-beda setiap hari,” jelasnya.

Menurut Junianto, sebelum Ramadan menu yang dibagikan berupa makanan basah seperti nasi lengkap dengan lauk pauk. 

Baca juga: Menu MBG Kering Siswa dan Siswi di Tarakan, Mulai Telur, Keju, Lumpia Goreng hingga Kurma

Perubahan dilakukan agar makanan lebih praktis dibawa pulang oleh siswa.

“Kalau sebelum Ramadan kita pakai menu basah, sekarang menu kering yang memang bisa dibawa pulang,” katanya.

Ia menambahkan, penentuan menu tetap mengacu pada standar gizi yang telah ditetapkan dan diawasi oleh ahli gizi di dapur.

“Kita ada ketentuan tidak boleh menggunakan UPF atau Ultra Processed Food, termasuk susu yang berasa. Semua sudah diatur sesuai standar gizi,” ujarnya.

Terkait kemasan, Junianto meluruskan penyaluran MBG pada dasarnya menggunakan goodie bag. 

Namun untuk memudahkan distribusi dan agar siswa bisa langsung membawa pulang, isi makanan dikemas menggunakan kantong plastik.

MBG di KTT 02 24022026.jpg
MENU MBG DISESUAIKAN - Penyaluran MBG di SMA Negeri 1 Tana Tidung Jalan Astrali, Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Selasa (24/2/2026). Selama Ramadan menu MBG disesuaikan.

“Sebenarnya penyaluran menggunakan goodie bag, tapi untuk memudahkan jadi kami gunakan kantong plastik supaya langsung bisa dibawa pulang,” jelasnya.

Ia mengakui ada masukan dari sebagian orang tua terkait penggunaan plastik, namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Kita terima saran dari orang tua. Semua itu jadi evaluasi kami supaya ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.