Wilayah Sungkun Lombok Timur Direncanakan Jadi Waduk, Warga Bakal Direlokasi
Wahyu Widiyantoro February 24, 2026 06:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Banjir di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum surut.

Kepala Dusun Sungkun Wirkas Suandi mengatakan sebanyak 56 KK dengan 197 jiwa di Dusun Sungkun terdampak banjir yang terjadi sejak tanggal 23 Januari 2025. 

Banjir disebabkan intensitas hujan cukup tinggi dan mengakibatkan bendungan meluap.

"Banjir ini dikarenakan intensitas hujan yang tinggi sehingga bendungan tidak bisa menampung air dan air meluap ke rumah warga, apalgi hujan hari ini yang tidak kunjung reda dari kemarin," beber Wirkas Suandi katanya pada Selasa (24/2/2026).

Saat ini warga yang terendam banjir rumahnya mengungsi di tenda yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim dan Polri. Dan sebagian mengungsi di rumah warga yang tidak terdampak.

Baca juga: Gudang Mobil-Motor di Kuta Lombok Tengah Dilaporkan Rusak Diterjang Banjir

Banjir ini diakui membuat sumber mata air warga menjadi terdampak, sumur warga tercemar air banjir sehingga untuk minum dan memasak harus membeli air galon atau air gelasan. 

"Kalau mandi dan mencuci kita manfaatkan air ini (genangan) karena ini kan bersih air hujan ini. Tapi kalau minum beli gelasan atau galon," katanya.

Relokasi Warga

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berencana akan merelokasi puluhan Kepala keluarga (KK) yang terendam banjir di Dusun Sungkun.

"Kita akan realokasi masyarakat kita yang di sana. Dua minggu lebih masyarakat kita sudah kita ungsikan ke mana-mana karena rumah mereka terendam banjir," terang Bupati Lotim Haerul Warisin.

Ia menyebut lokasi terdampak banjir itu nantinya akan dibuat menjadi waduk sehingga setiap musim hujan bisa menampung air hujan dengan jumlah lebih banyak.

Dengan begitu masyarakat khusunya para petani ketika musim kemarau bisa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan pertanian. 

Mengingat salah satu masalah yang juga kerap terjadi di selatan ialah tidak air untuk pertanian.

"Saya rencananya mau membuat waduk di situ, karena setiap tahun di sana terjadi banjir, meskipun tidak pernah separah sekarang," jelasnya.

Haerul telah berkoordinasi dengan kepala Desa Ekas Buana, untuk segera merelokasi warga yang terdampak banjir.

Bahkan Pemkab Lotim sudah menyiapkan lahan khusus yang aman dari  banjir.

"Kita carikan lahan di sana, yang lebih aman. Kita sudah koordinasi dengan Pemprov NTB. Kalau pusat belum," jelasnya.

Keberadaan waduk ini juga nantinya akan dijadikan tempat budidaya ikan agar masyarakat bisa memancing dan dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain.

"Terganggu betul masyarakat dengan banjir itu, karena ketinggian air sampai 60 sentimeter lebih yang hari ini dan itu sudah dua minggu lebih," tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.