TRIBUNMADURA.COM – Berbuka puasa dengan kurma telah menjadi tradisi yang melekat di tengah umat Islam setiap bulan Ramadan, Selasa (24/2/2026).
Selain mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, kebiasaan ini ternyata juga memiliki dasar ilmiah yang berkaitan dengan kesehatan tubuh.
Saat seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan yang mampu mengembalikan energi dengan cepat, namun tetap aman bagi metabolisme. Di sinilah kurma menjadi pilihan yang tepat.
Kurma tidak hanya berfungsi sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa, tetapi juga menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Agus Sukaca, menjelaskan, mengonsumsi makanan manis saat berbuka memiliki alasan medis.
Dalam program OASE yang ditayangkan di kanal YouTube Tribunnews.com, ia menyebutkan, kurma mengandung glukosa sederhana yang mudah diserap tubuh.
Baca juga: Menu Kering hingga Buka Bersama, Skema MBG Sampang Berjalan Fleksibel di Bulan Ramadan 2026
Menurutnya, glukosa sederhana dalam kurma dapat dengan cepat dikonversi menjadi energi.
Hal ini membuat tubuh yang sebelumnya lemas setelah berpuasa seharian kembali bertenaga dalam waktu singkat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar konsumsi makanan manis tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan.
Kurma dinilai sebagai pilihan ideal karena rasa manisnya alami dan tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Kurma diketahui memiliki indeks glikemik relatif rendah, yakni berkisar antara 43 hingga 55. Artinya, konsumsi dalam jumlah yang terkontrol masih aman, bahkan bagi penderita diabetes.
Selain cepat mengembalikan energi, kurma juga dikenal kaya serat.
Kandungan ini membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit, masalah yang kerap dialami saat pola makan berubah selama Ramadan.
Mengonsumsi tiga hingga lima butir kurma saat berbuka dinilai sudah cukup membantu memenuhi sebagian kebutuhan serat harian.
Serat juga membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan.
Bagi yang memiliki masalah pencernaan, kurma bahkan disarankan direndam terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar lebih mudah dicerna.
Baca juga: Sejarah Kolak Pisang, Menu Takjil Ikonik Ramadan, Pernah Jadi Media Dakwah
Kurma mengandung berbagai mineral penting seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, selenium, mangan, dan tembaga.
Kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan membantu mencegah osteoporosis.
Tidak hanya itu, kurma juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B5, vitamin A, serta vitamin C.
Kombinasi nutrisi ini mendukung fungsi otot, menjaga kesehatan gigi, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Kandungan potasium yang tinggi dan natrium yang rendah juga berperan dalam menjaga sistem saraf tetap optimal. Bahkan, kalium disebut dapat membantu mengurangi risiko stroke.
Baca juga: Sentra Takjil Ramadan di Alun-alun Bangkalan Tergenang Banjir, Pengunjung Balik Kanan
Kurma merupakan makanan yang bebas kolesterol dan rendah lemak. Konsumsi rutin dalam jumlah wajar dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
Antioksidan yang terkandung di dalamnya juga berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kombinasi serat dan antioksidan ini turut mendukung kesehatan jantung.
Bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan, kurma juga dapat menjadi camilan sehat karena memberikan rasa kenyang tanpa tambahan lemak berlebih.
Kandungan zat besi dalam kurma bermanfaat bagi penderita anemia.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan, sesak napas, hingga nyeri dada.
Dengan asupan yang cukup, risiko tersebut dapat ditekan.
Tak hanya itu, vitamin C dan D dalam kurma juga membantu menjaga elastisitas kulit.
Buah ini bahkan disebut memiliki manfaat anti-penuaan dan membantu mencegah penumpukan melanin.
Baca juga: Ramadan 2026, Warung di Sumenep Boleh Buka Siang Hari tapi Wajib Bertabir
Selain membahas manfaat kurma, Agus Sukaca juga membagikan beberapa tips agar puasa berjalan optimal.
Ia menyarankan agar sahur dilakukan mendekati waktu Subuh dan berbuka disegerakan saat Magrib tiba.
Asupan makanan saat sahur dianjurkan mengandung protein tinggi agar tubuh lebih tahan lapar.
Minum air putih secukupnya juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Ia juga menganjurkan olahraga ringan seperti jalan santai atau lari kecil agar tubuh tetap bugar selama Ramadan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, tak heran jika kurma menjadi menu andalan saat berbuka puasa.
Selain mengikuti sunah, buah ini juga terbukti secara medis mampu membantu tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalani ibadah Ramadan.