Pria Mengaku Polisi yang Aniaya 3 Pegawai SPBU di Cipinang Jaktim Dicurigai Mabuk
Rr Dewi Kartika H February 24, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pria mengaku anggota Polri terindikasi mabuk. Pelaku menganiaya tiga pegawai SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur terindikasi mabuk.

Dugaan didasarkan karena saat kejadian pelaku bertingkah tidak karuan saat melakukan penganiayaan kepada tiga pegawai SPBU pada Minggu (22/2/2026) sekira pukul 22.25 WIB.

Selain sesumbar bahwa mobil yang dinaiki milik jenderal dan mencatut jabatan Kapolda, pelaku sempat meracau menantang para pegawai SPBU di lokasi untuk berkelahi.

"Memang kalau kata orang-orang sekitar situ katanya habis itu (mabuk). Cuma enggak tahu juga habis hisap, minum apa enggaknya," kata pegawai SPBU, Lukman Hakim, Selasa (24/2/2026).

Bahkan saat Lukman berupaya melarikan diri dari tindak penganiayaan dilakukan pelaku, pelaku tetap mengejar korban hingga ke luar area SPBU atau akses Jalan Bekasi Timur Raya.

Kala itu Lukman mengaku khawatir untuk melakukan perlawanan lantaran postur tubuh pelaku lebih besar, dan pertimbangan khawatir apabila pelaku membawa senjata api.

"Dia ngajakin ribut (berkelahi) begitu. Pas saya sama staf mundur dia nantangin, loncat-loncat (seperti kuda bertinju) sampai ke luar-luar jalanan begitu, kayak nantangin," ujarnya.

Aksi kejar-kejaran baru berakhir setelah Lukman berlari ke arah Polsek Pulogadung yang letaknya berseberangan dengan SPBU untuk meminta pertolongan, sementara pelaku melarikan diri.

Lukman menuturkan atas kejadian dialami dia bersama dua rekannya yang dianiaya sudah membuat laporan kasus ke SPKT Polsek Pulogadung, kasusnya dalam penyelidikan jajaran Unit Reskrim.

"Pas balik ke sini bareng petugas untuk nyari orang itu. Ternyata orang itu sudah pulang. Sudah balik lagi ke rumah, enggak tahu pulang ke mana dia. Kalau cirinya itu badannya besar," tuturnya.

Awak media sudah berupaya mengonfirmasi kasus kepada Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal dan Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto.

Namun saat dikonfirmasi Alfian tidak merespons, sementara Suroto menuturkan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus penganiayaan dialami ketiga korban.

"Masih progres penyelidikan," tutur Suroto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.