Ngaku Bawa Mobil Jenderal, Pria Aniaya 3 Pegawai SPBU di Cipinang hingga Gigi Patah
Wahyu Septiana February 24, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Tiga pegawai yang SPBU di Jalan Bekasi Timur Raya, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur menjadi korban penganiayaan seorang pria mengaku anggota Polri.

Korban Lukman Hakim (19) dipukul di bagian rahang kanan, korban Khairul Anam ditampar, sementara korban Abud Mahbudin (28) dipukul sebanyak tiga kali hingga satu gigi depannya patah.

Lukman Hakim mengatakan penganiayaan bermula ketika pelaku yang merupakan penumpang mobil mewah datang mengisi BBM subsidi Pertalite pada Minggu (22/2/2026) pukul 22.25 WIB.

Tapi saat proses scan barcode Pertamina untuk pengisian BBM bersubsidi, Lukman mendapati bahwa data antara pelat nomor polisi dengan jenis kendaraan dinaiki pelaku tidak sesuai.

"Mobil yang ada di (data) Barcode untuk pelat nomor kayak jenis Kijang. Sementara mobil yang saat kejadian semacam Alphard," kata Lukman di Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).

Lantaran data tidak sesuai, Lukman menyatakan bahwa kendaraan tidak dapat mengisi Pertalite lalu mengarah pelaku agar dapat beralih mengisi BBM non subsidi Pertamax.

Tapi setelah mendapat penjelasan pelaku justru emosi, bahkan membentak dan sesumbar bahwa mobil mewah dinaikinya milik seorang jenderal serta menyebut jabatan Kapolda.

Berulang kali pelaku menyebut mobil dinaikinya milik jenderal dan menyebut jabatan Kapolda, hingga Lukman pun terintimidasi karena khawatir pelaku membawa senjata api.

Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Lukman Hakim (19) saat memberikan keterangan di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).
Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Lukman Hakim (19) saat memberikan keterangan di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). (TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra)

"Dia bilangnya 'Kamu tahu nggak ini barcode-nya Jenderal? Kamu nggak tahu ini barcode Jenderal? Barcode Jendral, Barcode Kapolda. Dia bilang kayak begitu berulang kali," ujarnya.

Bahkan saat seorang staf SPBU yakni Khairul Anam berupaya memberikan penjelasan terkait prosedur pengisian BBM bersubsidi, pelaku justru kian emosi dan melakukan penganiayaan.

Lukman menuturkan pelaku menarik kerah baju Anam hingga robek lalu menyeret korban hingga ke bagian depan kendaraan dinaiki, serta menampar korban sebanyak satu kali.

Saat kejadian sebenarnya terdapat sopir dan seorang wanita penumpang kendaraan yang berupaya menegur tindakan pelaku, tapi pelaku tetap melakukan penganiayaan.

"Kalau saya (dipukul) di bagian rahang. Bang Abud yang pas kejadian mau merelai paling parah, dia dipukul sampai gigi depannya patah. Jadi dia (pelaku) itu membabi buta," tuturnya.

Lukman menuturkan sempat berupaya melarikan diri ke arah mes pegawai, tapi pelaku tetap mengejar hingga akhirnya terjadi aksi saling kejar-kejaran di sekitar area SPBU.

Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Abud Mahbudin (28) saat menunjukkan surat laporan polisi atas kasus dialami, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).
Pegawai SPBU korban dugaan penganiayaan aparat, Abud Mahbudin (28) saat menunjukkan surat laporan polisi atas kasus dialami, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). (TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra)

Kala itu Lukman mengaku khawatir melakukan perlawanan lantaran postur tubuh pelaku lebih besar, dan pertimbangan khawatir pelaku membawa senjata api.

Aksi kejar-kejaran dengan pelaku baru berakhir setelah Lukman berlari ke arah Polsek Pulogadung yang letaknya berseberangan dengan SPBU untuk meminta pertolongan.

"Pas balik ke sini bareng petugas untuk nyari orang itu. Ternyata orang itu sudah pulang. Sudah balik lagi ke rumah, enggak tahu pulang ke mana dia. Kalau cirinya itu badannya besar," lanjut Lukman.

Atas kejadian dialami ketiga korban sudah membuat laporan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pulogadung, kasusnya dalam penyelidikan jajaran Unit Reskrim.

Sementara terkait dugaan bahwa pelaku merupakan anggota Polri, Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto mengatakan pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan untuk memastikan kasus.

"Masih progres penyelidikan," kata Suroto.

Berita Terkait

  • Baca juga: Pegawai SPBU Cipinang Dianiaya Pelanggan Ngaku Aparat, Alami Gigi Patah Hingga Diancam Dibunuh
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.