BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sejumlah SPPG di Kabupaten Kotabaru memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Pelaksanaan dimulai kemarin, Senin (23/2/2026) dengan tiap hari dan sistem rapel atau sekaligus untuk tiga hari.
Diungkapkan Kepala SPPG Semayap, Rahmani Hafiji, untuk harga per porsi kecil, Rp8.000 dan porsi besarnya Rp10.000.
"Untuk Angka Kecukupan Gizi (AKG) sudah di sesuaikan dengan kelompok anak masing," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Seperti yang berlangsung hari ini, menu kering yang dibagikan berisi kue untuk kukus isi Kacang, telur rebus, tiga kurma dan satu pisang.
Kandungan nilai gizi per porsi kecil diklaim masing-masing energi: 334,4 kkal, protein : 9,9 gram, lemak : 7,4 gram, karbohidrat : 60,3 gram dan serat : 3,3 gram.
Baca juga: Kala Menu MBG di HSU Diprotes, Orang Tua Murid: Sedikit dan Seperti Jajanan di Warung
Baca juga: Terungkap 30 Kilo Sabu dan 15.056 Pil Ekstasi Akan Disebar ke Bandar di Kalsel, Pelaku Residivis
Adapun untuk porsi besar senilai Rp10.000 masing-masing energi: 424,7 kkal, protein : 13,7 gram, lemak : 10,4 gram, karbohidrat : 72,6 gram dan serat : 3,8 gram.
Total di SPPG inj menyalurkan untuk 2.340 penerima manfaat, baik untuk tinggkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA dan Bumil Balita Busui (3B).
Terkait menu yang dibagikan di momen puasa ini, turut menuai berbagai komentar.
Seperti yang diungkapkan Jamuni, orang tua murid di SDN 2 Semayap, ia mengaku tidak masalah dibagikan berupa roti telur dan kurma.
"Ya mendingan daripada nasi, karena bakal tidak biisa disantap atau basi saat berbuka puasa," ujarnya.
Sementara itu, orang tua murid lainnya cukup menyayangkan karena menu yang dibagikan tidak lainnya seperti takjil.
"Kemarin yang dibagikan roti, telur rebus, orek tempe dan pisang," ucap warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menurutnya, jika memang budget yang diterapkan Rp15.000 per porsi mungkin menunya bisa lebih baik lagi.
Terpisah, Koordinator wilayah SPPG Kabupaten Kotabaru, Erwin Maulana mengatakan dari budet Rp15.000 sudah sesuai dengan Badan Gizi Nasional.
Masing-masing dari anggaran per porsi dipotong Rp3.000 untuk gajih karyawan, listrik, gas dan lainnya.
Kemudian ada potongan Rp2.000 untuk sewa tempat, peremajaan alat masak dan lainnya, sehingga per porsi dianggarkan Rp8.000 hingga Rp10.000.
"Bukan 15 ribu untuk makanan saja, ini dari BGN," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)