BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berburu takjil saat Ramadan menjadi tradisi yang tak terpisahkan bagi masyarakat muslim, termasuk di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Salah satu lokasi yang selalu ramai setiap sore adalah Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjung.
Kawasan yang berada tak jauh dari Pelabuhan Mentok, Kelenteng Kung Fuk Miaw, dan Masjid Jami Mentok ini dikenal sebagai sentra kuliner khas Mentok. Setiap sore selama Ramadan, lapak-lapak pedagang berjejer di pinggir jalan dekat tugu Kapal, menjajakan aneka jajanan dan makanan berbuka dengan harga terjangkau.
Di antara berbagai pilihan takjil, kue bluder dan tompek selong menjadi primadona. Kedua kue tradisional ini telah lama menjadi ciri khas Kampung Tanjung dan dikenal sebagai warisan turun-temurun yang tetap populer hingga kini.
Warga Mentok Yanto (52), mengakui kue bluder dan tompek selong sudah ada sejak dahulu, menjadi ciri khas kampung Tanjung.
"Sejak dulu kue ini sudah menjadi identik kuliner kampung Tanjung. Selain rasanya enak, kue bluder dan tompek selong ini merupakan warisan turun-temurun," kata Yanto, kepada Bangkapos.com, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, Kampung Tanjung memang dikenal sebagai kampung para pembuat kue. Sebagian besar masyarakat di kampung tersebut memiliki keahlian membuat berbagai jenis kue tradisional.
Hal itu pula yang membuat kue bluder dan tompek selong semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya di Mentok, tetapi juga oleh para pendatang yang datang ke daerah tersebut.
"Kampung Tanjung ini banyak pembuat kue. Jadi wajar kalau kue bluder dan tompek selong menjadi ciri khas dan terkenal sampai sekarang," lanjutnya.
Bazar Ramadan di Kampung Tanjung Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tampak ramai diserbu warga yang ingin mencari takjil untuk berbuka puasa di hari pertama, Kamis (19/2/2026) hingga hari ini Selasa (24/2/2026( sore.
Ratusan masyarakat terlihat antusias membeli berbagai jenis makanan. Mulai dari kue tradisional, aneka minuman segar, hingga makanan berat lainnya.
Ramainya pengunjung bahkan membuat ruas jalan di sekitar lokasi lapak pedagang dipadati warga dan kendaraan. Sehingga menyebabkan kemacetan sementara.
Warga rela berdesakan demi mendapatkan menu berbuka yang diinginkan.
Sementara itu, Firmansyah (25), pedagang es buah di bazar Ramadan Kampung Tanjung Mentok, mengaku gembira dengan tingginya minat masyarakat.
Ia mengatakan, dagangan es buahnya habis lebih cepat dari biasanya dan berharap bazar Ramadan terus ramai setiap hari. Sehingga meningkatkan pendapatan para pedagang selama bulan suci.
“Alhamdulillah, es buah saya habis, dan es lainnya, semua habis berkah Ramadan,” ujar Firmansyah.
Ia menjelaskan, es buah dan es lainnya, dijualnya dibanderol dengan harga Rp 8 ribu hingga Rp10 ribu per porsi.
Ia mulai berjualan sejak pukul 14.00 WIB hingga sore hari. Namun, ramainya pembeli membuat dagangannya sudah habis sekitar pukul 16.30 WIB.
“Biasanya mulai ramai, dan sekitar setengah lima sudah habis. Warga Mentok kayaknya keluar semua untuk membeli takjil,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi bazar Ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang juga ramai, sehingga sangat membantu para pelaku UMKM, khususnya di wilayah Mentok. (Bangkapos.com/Riki Pratama)