BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Situasi mencekam saat 26 bangunan di Rampa Kotabaru Kalsel dihantam puting beliung, Senin (23/2/2026) akhirnya terungkap.
Angin kencang yang berhembus m membuat sejumlah warga ciut hanya berdiam di dalam rumah saat kejadian berlangsung.
Dampak cuaca buruk yang berlangsung di Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Senin (23/2/2026) menyebabkan puluhan bangunan alami kerusakan.
Kawasan paling terdampak ada di Desa Dirgahayu, RT 21 dan RT 17 yang padat penduduk.
Baca juga: Seleksi Popda Banjarbaru Cabor Sepakbola Sisakan 33 Pelajar, Ini Jumlah yang Dicari
Baca juga: Lifter Kalsel Tancap Gas Menuju Kejurnas di GOR Saparua Bandung. Begini Persiapannya
Kerusakan didominasi pada bagian atas seperti atap dan dinding.
Kuatnya tiupan angin yang berputar membuat atap beterbangan dan jatuh di sekitar bangunan lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Ketua RT 21, Kamran, ada sekitar 26 bangunan yang mengalami kerusakan, mulai dari rumah, pos kesehatan, hingga tempat wudhu musala.
"Malam tadi sudah kita data dan disampaikan ke pemerintah desa untuk ditindaklanjuti," beber Kamran, Selasa (24/2/2026).
Dituturkan Arbayah, warga terdampak, angin kencang membuatnya ciut hanya berdiam di dalam rumah saat kejadian berlangsung.
"Sempat kepikiran saat angin kencang, bagaimana nasib yang sedang melaut, tapi ternyata malah atap rumah sendiri yang terbang ditiup angin," ceritanya.
Usai diterpa musibah kali ini, ia dan anaknya berinisiatif memperbaiki dengan dana seadanya, sambil menunggu kabar semoga ada perhatian dari pemerintah daerah.
Sementara itu, ditambahkan Yusuf, warga lainnya, saat angin bertiup dari arah barat daya ia sedang menunggu jualan takjil di depan rumah.
"Panik juga, kue-kue jadi basah terguyur hujan saat angin kencang," ungkapnya.
Diketahui, cuaca buruk berupa angin kencang disertai hujan deras berlangsung di kawasan Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru kemarin, sekitar pukul 13.30 Wita.
Jika Terjadi Puting Beliung, Bagaimana Cara Menyelamatkan Diri?
Angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam yang kerap merugikan manusia karena daya merusaknya.
Angin yang membentuk pusaran memanjang dan bergerak tanpa arah itu bisa menghancurkan dan menerbangkan apa saja yang dilewatinya, termasuk pemukiman warga, pohon-pohon besar, juga kendaraan yang ada area terbuka.
Sebuah video menayangkan rekaman kejadian angin puting beliung menerjang Kota Bekasi, Jawa Barat, diunggah akun Instagram, @jktinfo, pada Jumat (23/10/2020).
Dalam video berdurasi 14 detik tersebut, terlihat ada sejumlah laki-laki yang berada di luar ruangan dan mencoba menahan gerobak mereka agar tidak terbang tersapu angin kencang.
Usaha mereka akhirnya sia-sia, karena angin menggulingkan gerobak dan menerbangkan benda yang ada di sekitarnya.
Beberapa orang ini pun akhirnya lari meninggalkan tempat tersebut, karena angin puting beliung bertiup kencang.
Dalam Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dijelaskan bencana puting beliung kerap terjadi di saat peralihan musim.
Puting beliung muncul sebagai bagian dari proses pertumbuhan awan hujan yang terbentuk akibat terjadinya pemanasan yang intensif.
Kedatangan puting beliung sulit diprediksi, karena merupakan fenomena atmosfer dengan skala lokal.
Lalu, untuk menyelamatkan diri dari amukan angin ini, apa yang harus kita lakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana?
Dari buku yang sama, disebutkan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Berikut penjelasannya:
Sebelum bencana
Mengingat puting beliung sulit diprediksi, maka ada baiknya mempersiapkan diri sejak awal dengan cara membangun rumah atau bangunan yang kokoh dan tahan terhadap terpaan angin dengan kekuatan cukup tinggi.
BNPB mengingatkan, penting juga untuk mempelajari tentang bencana ini dan memahami cara-cara penyelamatannya.
Terakhir, peka terhadap tanda-tanda alam yang bisa menunjukkan akan terjadi angin puting beliung, misalnya udara terasa panas dan langit terlihat mendung hingga sore hari.
Saat bencana
Saat bencana terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah membawa masuk barang-barang yang ada di luar ke dalam rumah agar tidak terbang tersapu angin.
Jika sudah, segera masuk ke dalam rumah, tutup dan kunci seluruh pintu dan jendela, lalu matikan semua aliran listrik untuk mencegah terjadinya korsleting yang bisa memicu kebakaran.
Kemudian, apabila terlihat ada potensi terjadi petir, segera jongkok dan bungkukkan badan ke lutut sembari kedua tangan mendekap lutut atau kaki, jangan bertiarap di atas tanah.
Bagi yang berada di luar rumah, BNPB menyarankan agar menghindari bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame, pohon. Sebab, semuanya bisa roboh ketika dihantam angin, dan bukan tempat berlindung yang baik.
Apabila sedang dalam perjalanan, sebisa mungkin berhenti dan mencari tempat berlindung yang aman.
Jika angin sudah reda dan bencana sudah berlalu, segera periksa keselamatan orang-orang terdekat.
Apabila ada dari orang sekitar yang ditemukan dalam kondisi terluka atau membutuhkan pertolongan, segera berikan bantuan darurat.
Selanjutnya, periksa segala sambungan baik listrik, gas, dan sebagainya, jika ada kerusakan segera lapor ke pihak yang berwenang.
Terakhir, jika sedang dalam perjalanan, Anda bisa kembali melanjutkannya.
Kenali Tanda-tanda Munculnya Puting Beliung:
Kompas.com, tanda-tanda puting beliung meliputi udara panas/gerah di malam-pagi hari, munculnya awan Cumulonimbus (hitam gelap, menjulang seperti kol), angin dingin tiba-tiba, serta terdengar gemuruh.
Fenomena ini sering terjadi siang/sore pada peralihan musim.
Berikut rincian tanda-tanda puting beliung berdasarkan laporan Kompas.com:
Udara Panas dan Gerah: Udara terasa sangat panas sejak malam hingga pagi hari sebelum kejadian.
Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb): Terlihat awan putih bergerombol (Cumulus) yang kemudian berubah menjadi awan hitam pekat, menjulang tinggi menyerupai bunga kol.
Perubahan Angin dan Suhu: Angin dingin berembus kencang secara tiba-tiba di sekitar lokasi, membuat ranting dan dahan pohon bergoyang cepat.
Hujan Lebat Mendadak: Biasanya diawali dengan hujan lebat secara tiba-tiba, bukan gerimis.
Suara Gemuruh: Terdengar suara gemuruh yang keras.
Durasi Singkat: Fenomena ini berlangsung cepat, sekitar 3-10 menit, dengan radius kecil, dan sering terjadi pada masa peralihan musim (pancaroba).
Jika melihat tanda-tanda tersebut, segera cari tempat berlindung yang kokoh dan hindari berada di dekat pohon besar atau baliho.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)
--