Tujuh Alasan Kurma jadi Menu Favorit Buka Puasa, Baik untuk Otak dan Jantung
Mawaddatul Husna February 25, 2026 12:54 AM

TRIBUNGAYO.COM - Saat bulan suci Ramadhan kurma menjadi satu diantara buah yang selalu dicari.

Hal itu karena kurma mengandung banyak nutrisi penting seperti kalium, magnesium, fosfor, zat besi, tembaga, mangan, serta vitamin B6. 

Mengkonsumsi buah kurma juga bagian dari mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ada banyak manfaat dengan mengkonsumsi buah kurma yang baik untuk tubuh mulai otak hingga jantung.

Berikut tujuh manfaat dari buah kurma: 

1. Kaya Nutrisi dan Sumber Energi

Kurma mengandung karbohidrat alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa yang cepat diserap tubuh. 

Kandungan gula alaminya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Karena itu, kurma sangat cocok dijadikan menu pembuka sebelum menyantap makanan utama. 

Kombinasi kurma dan air atau susu bahkan dapat membantu memulihkan stamina dengan cepat.

2. Baik untuk Kesehatan Pencernaan

Kandungan serat dalam kurma membantu mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan. 

Serat juga berperan dalam menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.

3. Membantu Mengontrol Gula Darah

Meski rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik (GI) yang relatif rendah. 

Hal ini membuatnya tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis bila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Serat dan antioksidan di dalamnya turut membantu pengaturan gula darah, sehingga bermanfaat bagi manajemen risiko diabetes. 

Namun penderita diabetes tetap disarankan membatasi konsumsinya.

4. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah

Kurma kaya akan kalium dan magnesium yang penting untuk kesehatan jantung. 

Kandungan tersebut membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga fungsi pembuluh darah.

Beberapa laporan menyebut asupan kalium yang cukup dapat menurunkan risiko stroke hingga signifikan. 

Konsumsi rutin dalam jumlah moderat dinilai membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.

5. Melindungi Otak dari Risiko Penyakit Degeneratif

Antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik dalam kurma berperan melindungi sel dari radikal bebas. 

Studi laboratorium menunjukkan kurma berpotensi menurunkan penanda inflamasi di otak seperti interleukin-6 (IL-6).

Kandungan tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. 

Meski begitu, penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan.

6. Menjaga Kesehatan Tulang

Kurma mengandung fosfor, magnesium, kalsium, dan kalium yang penting untuk kekuatan tulang. 

Mineral-mineral ini telah diteliti potensinya dalam membantu mencegah osteoporosis.

Konsumsi kurma secara rutin dalam pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kepadatan tulang. 

Terutama bagi orang yang memasuki usia lanjut.

7. Dianjurkan Dikonsumsi Secara Ganjil Saat Berbuka

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma. 

Bahkan, terdapat anjuran mengonsumsinya dalam jumlah ganjil seperti 1, 3, atau 5 butir.

Selain bernilai ibadah, kurma memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan saat berbuka. 

Namun bagi penderita gangguan ginjal atau diabetes, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan. (*)

Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes Konsumsi Kurma saat Berbuka Puasa?

Baca juga: Gampang Banget! Begini Cara Membuat Susu Kurma yang Kaya Nutrisi & Cocok Dikonsumsi Saat Buka Puasa

Baca juga: Seduhan Rumput Laut dan Kurma: Terobosan Herbal Dr. Zaidul Akbar dalam Penanganan Asam Urat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.