TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dirangkum dalam populer Padang setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, warga terdampak banjir di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sangat berharap bantuan perbaikan rumah rusak berat segera disalurkan oleh pemerintah.
Aspirasi ini disampaikan oleh sejumlah warga yang rumahnya hancur akibat empat kali terjangan banjir hingga Selasa (24/2/2026).
Kedua, ribuan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pada Selasa (24/2/2026) siang.
Masjid yang menjadi salah satu ikon Kota Padang itu dipenuhi jemaah untuk mengikuti Tabligh Akbar dan doa bersama 1.000 anak yatim yang diselenggarakan Polda Sumbar.
Ketiga, praktik perjudian jenis toto gelap (togel) masih ditemukan di wilayah Kota Padang dan dinilai meresahkan masyarakat.
Dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Singgalang 2026, jajaran Polresta Padang kembali menindak dugaan aktivitas perjudian yang berlangsung di sebuah warung di Jalan Jati Adabiah, Kelurahan Jati Adabiah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (22/2/2026).
Simak selengkapnya berikut ini:
Warga terdampak banjir di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sangat berharap bantuan perbaikan rumah rusak berat segera disalurkan oleh pemerintah.
Aspirasi ini disampaikan oleh sejumlah warga yang rumahnya hancur akibat empat kali terjangan banjir hingga Selasa (24/2/2026).
Tercatat, rentetan banjir melanda daerah tersebut mulai dari 28 November 2025, disusul pada 14 Desember 2025, serta dua kali pada 2 dan 31 Januari 2026.
Lokasi Pasar Lalang sendiri berada cukup dekat dengan Pasar Belimbing, atau berjarak sekitar 13 kilometer dari Kantor Gubernur Sumbar dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit menggunakan sepeda motor.
Di lokasi tersebut, permukiman warga berada sangat dekat dengan aliran sungai.
Banjir dipicu oleh debit air sungai yang membesar hingga menjebol tanggul, sehingga merusak rumah dan lahan pertanian warga.
Setidaknya terdapat tiga rumah yang mengalami rusak berat dengan kondisi dinding dan tiang penyangga yang jebol.
Baca juga: Dana Rehab Rumah Korban Banjir Padang Dicairkan Dua Tahap, Rusak Sedang Terima Rp15 Juta di Awal
Meski demikian, salah satu warga, Asnidar, memilih tetap bertahan.
Ia kini sibuk mengumpulkan sisa reruntuhan untuk menata kembali tempat tinggalnya.
Asnidar mengaku hingga saat ini bantuan untuk rumah rusak berat belum kunjung ia terima pascabencana.
Asnidar berupaya memanfaatkan sisa material bangunan yang ada untuk dipasang kembali sebagai hunian sementara.
Namun, ia sangat berharap dana perbaikan segera dicairkan.
"Tentunya bisa dapat bantuan segera, agar bisa memperbaiki rumah jelang Idul Fitri," ungkapnya saat memberikan keterangan.
Ia mengaku enggan pindah karena rumah tersebut memiliki nilai historis yang mendalam bagi keluarganya.
Baca juga: Dana Stimulan Sudah Masuk Rekening Pemko, Pencairan Rehab Rumah Korban Banjir Tunggu Izin BNPB
"Kalau untuk pindah tidak sanggup, tanah ini sangat susah dapat dapatnya, sehingga berat untuk melepas. Bahkan, orang tua juga berpesan agar menjaga rumah ini," tambahnya.
Saat ini, rasa cemasnya sedikit berkurang karena alat berat telah melakukan pengerukan material sungai.
Namun, karena tanggul yang ada masih bersifat darurat, ia meminta pemerintah segera membangun tanggul permanen.
Rumah Asnidar yang berjarak sekitar 100 meter dari sungai tetap tak luput dari terjangan arus kuat yang membuat temboknya jebol dan menghanyutkan harta bendanya.
Hal senada diungkapkan oleh Melati, warga lainnya yang juga menanti kepastian bantuan.
Melati berharap bantuan segera turun agar warga dapat memiliki hunian yang layak sebelum Idul Fitri 2026 tiba.
Ia berencana menggunakan dana tersebut untuk membeli material bangunan yang diperlukan.
"Harapannya bantuan rumah ini segera cair, bisa kita beli bahan-bahan untuk memperbaikinya," pintanya.
Ribuan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memadati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pada Selasa (24/2/2026) siang.
Masjid yang menjadi salah satu ikon Kota Padang itu dipenuhi jemaah untuk mengikuti Tabligh Akbar dan doa bersama 1.000 anak yatim yang diselenggarakan Polda Sumbar.
Sejak pukul 09.00 WIB, masyarakat sudah mulai berdatangan dan memadati lantai dua hingga lantai tiga masjid.
Baca juga: Baznas Kota Padang Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 1447 H, Cek Rincian Lengkapnya
Pantauan TribunPadang.com, kepadatan jemaah memuncak menjelang dan saat pelaksanaan salat Zuhur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar usai salat Zuhur berjemaah.
Tabligh akbar tersebut menghadirkan penceramah kondang, Adi Hidayat, yang menyampaikan tausiyah tentang keutamaan Ramadan serta pentingnya memperkuat keimanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta, bersama jajaran Forkopimda, ratusan personel Polda Sumbar, serta unsur TNI.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Sumbar dalam meningkatkan keimanan masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai moral di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Berburu Takjil di Pasa Pabukoan Imam Bonjol Padang, Harga Mulai Rp1.000
Menurutnya, pembinaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan spiritual. Dengan penguatan rohani, diharapkan ketertiban dan keamanan masyarakat juga dapat terjaga.
“Ketertiban masyarakat dapat dibangun dengan pembinaan rohani. Doa bersama ini juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumbar juga menyerahkan bantuan kepada 1.000 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sebelum mengisi tausiyah di Masjid Raya, Ustaz Adi Hidayat terlebih dahulu memimpin doa bersama ratusan personel Polda Sumbar di lapangan Mapolda Sumbar.
Ia kemudian didampingi Kapolda Sumbar meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Pauh, sebelum akhirnya melaksanakan salat Zuhur dan menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah.
Praktik perjudian jenis toto gelap (togel) masih ditemukan di wilayah Kota Padang dan dinilai meresahkan masyarakat.
Dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Singgalang 2026, jajaran Polresta Padang kembali menindak dugaan aktivitas perjudian yang berlangsung di sebuah warung di Jalan Jati Adabiah, Kelurahan Jati Adabiah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (22/2/2026).
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan praktik penyakit masyarakat, khususnya perjudian yang masih terjadi di lingkungan permukiman.
“Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan praktik perjudian di wilayah hukum Polresta Padang,” kata Yasin, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Terlibat Judi Togel di Bulan Ramadan, Dua Lansia Ditangkap di Padang Timur
Ia menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari penyelidikan petugas yang menerima informasi adanya aktivitas penerimaan nomor togel di lokasi tersebut.
Dalam kegiatan itu, polisi mendapati seorang pria berinisial H (50) yang diduga terlibat dalam praktik perjudian.
Dari lokasi, petugas menyita satu unit telepon seluler dan uang tunai sebesar Rp20 ribu yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Perkara ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/6/II/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tanggal 22 Februari 2026.
Baca juga: Nekat Beraksi Saat Ramadan, Penyedia Tempat Judi di Andaleh Limapuluh Kota Diringkus Polisi
Menurut Yasin, praktik perjudian seperti togel tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, kepolisian terus melakukan langkah preventif dan represif melalui Operasi Pekat Singgalang 2026.
“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.(*)