Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kabupaten Jayapura kembali geger oleh penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di kawasan BTN Doyo Grand Jalur 5A, Kelurahan Doyo Baru, Distrik Waibu, pada Senin (23/2/2026) malam.
Korban diketahui seorang laki-laki lanjut usia berinisial H (45) yang ditemukan dalam posisi terbaring di dalam kamar rumah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima informasi penemuan mayat sekitar pukul 22.15 WIT, kemudian petugas tiba di lokasi pada pukul 22.30 WIT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Unit Identifikasi Polres Jayapura bersama Piket Sat Reskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan tindakan kepolisian.
Baca juga: Solusi Banjir Pemkot Jayapura Dinilai Beresiko, Pakar Teknik Yan Ukago Beri Sorotan Teknis
“Setibanya di TKP, petugas segera melakukan pengamanan lokasi, olah TKP, dokumentasi, serta pemeriksaan awal terhadap tubuh korban,” ujar AKP Alamsyah Ali.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas Identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, korban telah mengalami lebam mayat dan tidak terdapat indikasi kekerasan fisik. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit, namun kami tetap menunggu hasil Visum Et Repertum dari pihak medis,” jelas Kasat Reskrim.
Petugas selanjutnya mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura guna keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Sementara itu, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi (status quo) untuk kepentingan penyelidikan.
Baca juga: Geger Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Lapangan Tembak Kotaraja: Tubuh Korban Banyak Luka
Alamsyah menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatan dan mengonsumsi obat.
Selain itu, korban diketahui tinggal sendiri dan tidak memiliki keluarga dekat di wilayah Jayapura.
Polres Jayapura menegaskan bahwa penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil medis resmi,” tutup Alamsyah. (*)