TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), melaksanakan Safari Ramadan di sejumlah titik.
Kegiatan tersebut diawali di Kecamatan Tobadak dan selanjutnya akan digelar secara bergilir di kecamatan lain, yakni Budong-budong, Pangale, Karossa, dan Topoyo.
Safari Ramadan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati tentang Pembentukan Panitia Pelaksana dan Tim Pembinaan Kegiatan Keagamaan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2026 M/1447 H.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial.
Baca juga: BMKG Minta Warga Pesisir Pasangkayu Waspadai Angin Kencang hingga 32 Km Per Jam
Baca juga: Waspada! Zodiak Virgo-Sagittarius Diprediksi Alami Tekanan Pekerjaan Hari Ini
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan nilai-nilai spiritual.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, merasakan, dan berjalan bersama,” ujar Arsal saat ditemui di Kantor Bupati, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Rabu (25/2/2026).
Orang nomor satu di Mamuju Tengah itu juga menekankan pentingnya nilai-nilai Ramadan sebagai penguat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) yang menjadi landasan dalam membangun daerah.
Ia berharap kegiatan Safari Ramadan dapat menjadi energi spiritual untuk memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan terwujud masyarakat Mamuju Tengah yang religius, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Menurut Arsal, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Safari Ramadan dijadwalkan terus berlanjut ke berbagai kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Hal ini menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun daerah dari berbagai aspek, termasuk spiritual dan sosial. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah