TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Momen Ramadan menjadi kesempatan bagi pedagang musiman buah kurma di Kota Blitar untuk meraup keuntungan.
Permintaan kurma di masyarakat sangat tinggi untuk menu takjil berbuka puasa selama Ramadan.
Pedagang kurma di Kota Blitar, Novery Prasetyawan mengatakan, biasanya penjualan kurma ramai mulai awal sampai pertengahan Ramadan.
Maka itu, ia mulai membuka stan berjualan kurma sepekan sebelum masuk Ramadan.
Ia membuka stan jualan kurma di pinggir jalan timur Pasar Templek Kota Blitar.
Stan jualannya hanya menggunakan meja etalase untuk memajang toples dan kardus berisi kurma.
"Seminggu sebelum puasa, saya mulai buka stan jualan. Biasanya, pembeli mulai ramai di awal sampai pertengahan Ramadan. Saya jualan kurma hanya di momen Ramadan saja," katanya, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: CATAT Jadwal Lengkap Operasi Pasar dan GPM di Kota Kediri Selama Ramadan 2026
Ia melayani pembelian kurma dari konsumen baik secara eceran maupun grosir.
Jenis kurma yang dijual bermacam-macam, mulai Sukari, Ruthob, Tunis Madu Aljazair, Medjool, Kholas, dan Golden Valley.
Harga eceran kurma mulai Rp 40.000 per kilogram sampai Rp 60.000 per kilogram.
"Di sini paling laris kurma jenis Tunis Madu Aljazair, harganya Rp 60.000 per kilogram," ujarnya.
Dikatakannya, penjualan kurma saat Ramadan memang ramai. Dalam dua pekan ini, ia sudah mendapat omzet sekitar Rp 125 juta dari penjualan kurma.
"Omzet penjualan selama dua pekan ini sudah Rp 125 juta. Per hari rata-rata omzet penjualannya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 8 juta," katanya.
Ia kulakan kurma dari wilayah Ampel, Kota Surabaya. Biasanya, memasuki minggu kedua atau pertengahan Ramadan, stok kurma mulai sulit didapatkan.
Karena stok sulit, otomatis harga kurma ikut naik di minggu kedua Ramadan.
"Barang sekarang mulai sulit. Kalau ada barang biasanya harganya sudah tidak masuk akal. Biasanya, saya akhir Ramadan, setelah barang habis, sudah tutup," katanya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik