TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Setiap kali bulan suci Ramadan tiba, umat Islam di seluruh dunia menanti satu malam istimewa yang diyakini penuh kemuliaan dan keberkahan, yaitu Lailatul Qadar.
Malam ini dipercaya sebagai momen turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, yang menandai awal risalah Islam bagi umat manusia.
Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Keutamaan ini membuat umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa.
Mengutip Kompas.com, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
• Pola 2-4-2 Ternyata Ampuh Hilangkan Dehidrasi Selama Menjalankan Puasa
Ia menyebut pahala amal pada malam tersebut sebanding dengan beribadah lebih dari 80 tahun, sehingga umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen itu dengan sungguh-sungguh.
Menurut para ulama, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Ada pendapat yang menyebut malam ke-17 Ramadan, sementara yang lain berpendapat malam ke-24 atau ke-25.
Namun banyak riwayat menyatakan malam penuh kemuliaan itu berada pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29.
Karena ketidakpastian waktu tersebut, umat Islam dianjurkan menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadan dengan ibadah dan amal kebaikan.
Selain nilainya yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadar juga diyakini sebagai malam penuh ampunan, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari tentang keutamaan salat malam dengan penuh keimanan dan harapan pahala.
Keistimewaan lainnya adalah doa-doa yang dipanjatkan diyakini lebih mudah dikabulkan.
Para ulama mendorong umat Islam memperbanyak permohonan ampun, doa untuk keluarga, kesehatan, rezeki, serta masa depan yang lebih baik.
• Bagimana Cara Ganti Password WiFi Rumah, Simak Kode IP dan Cara Reset Modem
Dalam Al-Qur’an, malam kemuliaan ini disebut sebagai malam yang penuh berkah. Surah Al-Qadr menegaskan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan, sedangkan Surah Ad-Dukhan menjelaskan adanya penetapan berbagai urusan penting dengan penuh hikmah pada malam tersebut.
Dengan memahami keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan sisa Ramadan dengan ibadah terbaik agar mendapatkan keberkahan dan ampunan di malam Lailatul Qadar.
Dikutip melalui Tribunnews.com, Sayangnya tidak seorang pun yang tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar.
Namun, Rasulullah SAW memberikan tanda kapan malam Lailatul Qadar. Salah satu cirinya, yaitu hadir pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qodar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan” (HR. Bukhari)
Sebagian ulama menafsirkan bahwa pada malam itu ditetapkan takdir tahunan manusia, seperti rezeki, kehidupan, hingga berbagai ketentuan lainnya. Karena itu, Lailatul Qadar sering dipahami sebagai momentum spiritual yang sangat menentukan.
Terkait tanda-tandanya, ada pendapat yang menyebut malam tersebut terasa sejuk, langit cerah, dan suasana tenang. Meski begitu, tidak ada kepastian mutlak mengenai ciri fisiknya.
Pada akhirnya, Lailatul Qadar menjadi rahasia Ilahi yang tidak diketahui secara pasti waktunya. Justru di situlah letak hikmahnya, agar umat Islam terus konsisten beribadah sejak awal hingga akhir Ramadhan tanpa menunggu tanggal tertentu.(*)