TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manokwari mengimbau masyarakat agar segera mengambil kendaraan yang menjadi barang bukti kecelakaan lalu lintas (laka).
Kendaraan tersebut saat ini masih terparkir di halaman Mapolresta Manokwari.
Kasatlantas Polresta Manokwari, Iptu Nurfah, menyampaikan imbauan tersebut menyusul semakin terbatasnya kapasitas penyimpanan kendaraan di Unit Laka Satlantas.
Menurutnya, ruang penyimpanan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah akibat kasus kecelakaan.
“Kami mengimbau pemilik kendaraan, apabila proses mediasi maupun penyelesaian perkara sudah selesai, segera datang ke Unit Laka Satlantas untuk mengambil kendaraannya," kata Kasat, Rabu (25/2/2026).
Iptu Nurfah menegaskan, pengambilan kendaraan dapat dilakukan dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, seperti STNK atau BPKB.
"Hal ini penting untuk memastikan kendaraan diserahkan kepada pemilik yang berhak serta mempermudah proses administrasi," imbuhnya.
Baca juga: Ramadan Lancar Tanpa Macet, Satlantas Polresta Manokwari Siaga di Titik Rawan
Ia menambahkan, meskipun sudah ada sejumlah warga yang mengambil kendaraan, masih banyak unit yang belum diurus oleh pemiliknya.
“Masih cukup banyak kendaraan yang belum diambil. Di sisi lain, kasus kecelakaan yang terjadi membuat jumlah barang bukti terus bertambah,” katanya.
Karena itu, pihaknya meminta kerja sama masyarakat agar segera melakukan pengurusan pengambilan kendaraan.
“Kami minta kerja samanya kepada masyarakat yang kendaraannya diamankan di sini agar segera diambil, sehingga bisa segera diperbaiki dan tidak semakin menumpuk di halaman,” tambahnya.
Satlantas Polresta Manokwari juga berharap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Manokwari dapat ditekan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dengan menurunnya angka kecelakaan, jumlah kendaraan yang harus diamankan sebagai barang bukti pun diharapkan tidak terus meningkat, sehingga kondisi penyimpanan tetap terkendali dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.